ANALISIS FAKTOR PENGARUH PENCAPAIAN PRODUKSI NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DI PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA, SULAWESI TENGGARA = ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING NICKEL LATERITE PRODUCTION ACHIEVEMENT USING FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS AT PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA , SOUTHEAST SULAWESI


Kahar, Rm. Alifuddin Purnomo (2023) ANALISIS FAKTOR PENGARUH PENCAPAIAN PRODUKSI NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DI PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA, SULAWESI TENGGARA = ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING NICKEL LATERITE PRODUCTION ACHIEVEMENT USING FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS AT PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA , SOUTHEAST SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D111181002_skripsi_26-02-2024 cover1.jpg

Download (271kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D111181002_skripsi_26-02-2024 bab 1-2.pdf

Download (858kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D111181002_skripsi_26-02-2024 dapus.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D111181002_skripsi_26-02-2024.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2026.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

PT Ceria Nugraha Indotama merupakan perusahaan tambang yang bergerak pada penambangan bijih nikel laterit dengan luas IUP 6.785 hektar pada Blok Lapapao dan secara administrasi beroperasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Perusahaan memiliki target produksi yang akan dicapai, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui dan mengurangi faktor kegagalan/hambatan tercapainya produksi yang optimal. Produktivitas alat dan jam kerja efektif adalah parameter yang digunakan pada penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruhnya terhadap produksi nikel laterit. Penelitian ini menggunakan analisis FMEA (Failure Mode Effect Analysis) dalam mengidentifikasi dan menentukan rencana rekomendasi perbaikan dengan keluaran berupa nilai Risk Priority Number (RPN). Klasifikasi mode kegagalan untuk tingkat produktivitas alat berdasarkan nilai RPN adalah batuan yang menutupi badan bijih dengan nilai RPN sebesar 320 dan untuk jam kerja efektif adalah kondisi slippery dengan total nilai RPN 700. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan adalah menambah jumlah unit support berupa grader dan bulldozer untuk mendorong (scraft) lumpur yang terdapat pada MHR untuk mengurangi tingkat slippery, dan menambah jumlah unit support berupa excavator breaker untuk menghancukan material berbatu agar memudahkan proses penambangan (ore getting) dilakukan.

Kata Kunci : Produksi, Mode Kegagalan, FMEA, RPN

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Production, failure mode, FMEA, RPN
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan
Depositing User: Unnamed user with username stfathirahs
Date Deposited: 25 Jul 2024 06:22
Last Modified: 25 Jul 2024 06:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/35828

Actions (login required)

View Item
View Item