EFEKTIVITAS PENGOBATAN REGULAR MULTI-DRUG THERAPY (MDT-WHO) TERHADAP TINGKAT KEKAMBUHAN (RELAPSE RATE) PADA PASIEN KUSTA: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS = EFFECTIVENESS OF REGULAR MULTI-DRUG THERAPY (MDT-WHO) ON RELAPSE RATE FOR LEPROSY PATIENTS: A SYSTEMATIC REVIEW


Tasir M., Akhmad Zani (2022) EFEKTIVITAS PENGOBATAN REGULAR MULTI-DRUG THERAPY (MDT-WHO) TERHADAP TINGKAT KEKAMBUHAN (RELAPSE RATE) PADA PASIEN KUSTA: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS = EFFECTIVENESS OF REGULAR MULTI-DRUG THERAPY (MDT-WHO) ON RELAPSE RATE FOR LEPROSY PATIENTS: A SYSTEMATIC REVIEW. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011191033_skripsi_30-12-2022 cover1.jpg

Download (348kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-3] Text (Bab 1-3)
C011191033_skripsi_30-12-2022 bab 1-3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011191033_skripsi_30-12-2022 dp.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011191033_skripsi_30-12-2022.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2025.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang bagian tubuh utamanya pada daerah kulit dan saraf dan masih merupakan masalah Kesehatan dunia. Berdasarkan data WHO, tercatat bahwa terdapat 127.558 kasus baru kusta pada tahun 2020 di seluruh dunia. Pengobatan pasien kusta adalah dengan multi-drug therapy (MDT) yaitu paduan beberapa macam antibiotik. WHO menjelaskan bahwa pasien relapse adalah pasien yang telah menyelesaikan terapi MDT yang adekuat namun kemudian mendapatkan tanda dan gejala yang baru baik itu pada masa pengawasan atau masa setelahnya sehingga relapse setelah pengobatan merupakan indikasi dari efektivitas pengobatan MDT itu sendiri. Ada banyak faktor resiko yang bisa menyebabkan terjadinya kekambuhan/relapse pada pasien kusta. Beberapa penelitian di seluruh dunia telah melaporkan kejadian relapse pada pasien yang telah menyelesaikan pengobatan MDT-WHO.
Tujuan: Mengevaluasi efektivitas Regular MDT-WHO dengan melihat relapse rate atau tingkat kekambuhan pada pasien kusta yang telah menyelesaikan pengobatan Regular MDT-WHO.
Metode: Tinjauan sistematis ini dibuat dengan mengumpulkan artikel dari berbagai database seperti PubMed, science direct, dan clinicaltrials.gov menggunakan metode PRISMA dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang spesifik untuk mengevaluasi relapse rate dari pasien kusta baik tipe MB maupun PB, yang telah melakukan pengobatan Regular MDT-WHO secara tuntas.
Hasil dan Pembahasan: Terdapat 6 studi yang memenuhi kriteria inklusi dari total pencarian 188 studi yang didapatkan dari database. Kejadian relapse pada pasien kusta dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Studi yang ditinjau menunjukkan bahwa relapse rate atau tingkat kekambuhan pada pasien kusta yang telah menyelesaikan pengobatan Regular MDT sangat rendah. Hal ini sejalan dengan prediksi WHO yang telah memperkirakan resiko terjadinya kekambuhan pada pasien kusta yang telah menyelesaikan pengobatan MDT, yaitu sebesar 0.77% pada tipe MB dan 1.07% pada tipe PB.
Kesimpulan: MDT-WHO masih menjadi pengobatan penyakit kusta dengan efektivitas yang tinggi yang ditandai dengan relapse rate atau tingkat kekambuhan yang sangat rendah.

Keywords : Leprosy, Morbus Hansen, Multi-Drug Therapy, Tingkat Kekambuhan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Leprosy, Morbus Hansen, Multi-Drug Therapy, Relapse Rate
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 29 Apr 2024 06:47
Last Modified: 29 Apr 2024 06:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/32710

Actions (login required)

View Item
View Item