UJI MODEL PELAT GRID HEKSAGONAL SEBAGAI LAPIS PONDASI PADA TANAH LUNAK = THE MODEL TEST OF HEXSAGONAL GRID PLATE AS FOUNDATION LAYER ON SOFT SOIL


Dendo, Ermitha Ambun Rombe (2023) UJI MODEL PELAT GRID HEKSAGONAL SEBAGAI LAPIS PONDASI PADA TANAH LUNAK = THE MODEL TEST OF HEXSAGONAL GRID PLATE AS FOUNDATION LAYER ON SOFT SOIL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D013172003_disertasi_04-05-2023 cover1.jpg

Download (220kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-3] Text (Bab 1-3)
D013172003_disertasi_04-05-2023 bab 1-3.pdf

Download (319kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D013172003_disertasi_04-05-2023 dp.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D013172003_disertasi_04-05-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 January 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Tanah lunak menjadi masalah dalam pembangunan infrastruktur karena memiliki daya tampung yang rendah. Konstruksi jalan yang dibangun di atas tanah dasar lunak tanpa perbaikan menyebabkan perkerasan jalan lebih mudah rusak. Selain itu, lapisan struktur perkerasan menjadi lebih tebal yang mengakibatkan biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi. Solusi untuk mengatasi masalah tanah lunak adalah penggunaan fondasi untuk perbaikan dan perkuatan tanah lunak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pelat tanpa grid heksagonal dan pelat dengan grid heksagonal sebagai lapisan fondasi pada tanah lunak terhadap penurunan yang terjadi akibat beban yang diberikan melalui uji pembebanan. Hasil uji pembebanan pada pelat dengan grid heksagonal dan pelat tanpa grid heksagonal pada tanah lunak kemudian dibandingkan untuk mengetahui kinerjanya. Grid heksagonal terbentuk dari sel beton heksagonal yang menyerupai sarang lebah. Tanah yang digunakan adalah lanau dengan plastisitas tinggi dengan nilai kuat tekan 0,13 kg/cm2 dan tergolong tanah lunak. Hasil uji beban menunjukkan kinerja pelat dengan grid heksagonal lebih baik dibandingkan kinerja pelat tanpa grid heksagonal. Pelat tanpa grid heksagonal mudah rusak karena tidak mampu menerima beban yang lebih besar saat beban diaplikasikan. Grid heksagonal efektif sebagai lapisan fondasi karena mencegah pelat patah dan dapat mereduksi penurunan tanah. Penurunan yang terjadi pada tanah di bawah pelat lebih besar jika dibandingkan dengan penurunan yang terjadi pada tanah di bawah pelat grid heksagonal tipe 1 dan pelat grid heksagonal tipe 2. Pada saat beban 27,16 kN, pelat grid heksagonal tipe 1 dapat mereduksi penurunan sebesar 63%, sedangkan pada pelat grid heksagonal tipe 2 dapat mereduksi penurunan sebesar 75%. Kedalaman grid heksagonal dan ketebalan tanah disisi grid heksagonal mempengaruhi besarnya penurunan yang terjadi. Semakin dalam grid heksagonal dan semakin tebal tanah disisi grid heksagonal maka penurunan semakin kecil.

Keywords : Grid Heksagonal, Pelat, Penurunan, Pondasi, Tanah Lunak

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Foundation, Hexagonal Grids, Plate, Settlement, Soft Soil
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 18 Jan 2024 02:10
Last Modified: 18 Jan 2024 02:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/32217

Actions (login required)

View Item
View Item