APLIKASI GIS UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS BALIASE PASCA BANJIR BANDANG = GIS Application for Identification of Land Use Changes in the Balease Watershed after Flash Floods.


Zaenal, Wahyudi Ma`ruf (2023) APLIKASI GIS UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS BALIASE PASCA BANJIR BANDANG = GIS Application for Identification of Land Use Changes in the Balease Watershed after Flash Floods. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G11116333_skripsi_08-11-2023 CAVER1.jpg

Download (184kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G11116333_skripsi_08-11-2023 BAB 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G11116333_skripsi_08-11-2023 DP.pdf

Download (11MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G11116333_skripsi_08-11-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 December 2025.

Download (15MB)

Abstract (Abstrak)

WAHYUDI MA’RUF ZAENAL. Aplikasi GIS untuk Identifikasi Perubahan Penggunaan Lahan di DAS Balease pasca Banjir Bandang. Pembimbing: MUH. JAYADI dan ASMITA AHMAD.

Latar Belakang. DAS Balease Kabupaten Luwu utara merupakan salah satu daerah rawan banjir dengan rata-rata curah hujan tahun 2012-2021 yaitu 318,945 mm/bulan. Sejak tahun 2017 hingga tahun 2021 tercatat telah terjadi 51 kejadian banjir di Kabupaten Luwu Utara. Salah satu faktor penyebab banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu utara adalah faktor curah hujan dan perubahan penggunaan lahan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan penggunaan lahan sebelum dan sesudah banjir bandang di DAS Balease. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di DAS Balease, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Data yang digunaka adalah data citra penginderaan jauh dengan metode observasi lapangan, evaluasi akurasi, dan analisis perubahan penggunaan lahan. Evaluasi akurasi dihitung menggunakan User’s accuracy, Producer’s Accuracy, Overall accuracy dan Kappa accuracy. Klasifikasi penggunaan lahan dilakukan dengan metode supervised (terbimbing). Hasil. Klasifikasi penggunaan lahan di DAS Balease tahun 2019 dan 2021 menujukkan peningkatan terbesar pada pertanian lahan kering sebesar 6131 ha, diikuti dengan sawah sebesar 1250, perkebunan sebesar 1100 ha, badan air sebesar 279 ha dan lahan kosong sebesar 92 ha. Penggunaan lahan yang berkurang secara signifikan yaitu semak belukar sebesar 8015 ha, hutan sebesar 808 ha, dan lahan terbangun sebesar 29 ha. Evaluasi akurasi citra sentinel tahun 2021 DAS Balease menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 89% dan kappa accuracy sebesar 80%. Untuk producer’s accuracy masing-masing penggunaan lahan memiliki nilai penggunaan lahan badan air sebesar 0%, hutan sebesar 100%, lahan kosong sebesar 0%, lahan terbangun sebesar 0%, perkebunan sebesar 90%, pertanian sebesar 50%, sawah sebesar 0% dan semak sebesar 0%. Nilai user accuracy penggunaan lahan badan air 0%, hutan 88%, lahan kosong 0%, lahan terbangun 0%, perkebunan 100%, pertanian lahan kering 50%, sawah 0%, dan semak belukar 0%. Kesimpulan. Perubahan tutupan lahan di Das Balease yang paling signifikan adalah bertambahnya badan air sebesar 279 ha, sawah bertambah 1.250 ha, perkebunan bertambah 1.100 ha, lahan kosong bertambah 92 ha, pertanian lahan kering bertambah 4.483 ha. Hasil ground truth menunjukkan tingkat akurasi yang akurat dengan nilai kappa accuracy sebesar 80%.

Keywords : Banjir Bandang, Das Balease, GIS, lahan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Flash flood, Balease Watershed, GIS, land
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 04 Apr 2024 06:24
Last Modified: 04 Apr 2024 06:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/31617

Actions (login required)

View Item
View Item