UJARAN KEBENCIAN HABIB RISHIQ SHIHAB PADA MEDIA SOSIAL YOUTUBE: ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK = HABIB RISHIQ SHIHAB HATE SPEECH ON YOUTUBE SOCIAL MEDIA: FORENSIC LINGUISTIC ANALYSIS


Mahajir, Alfian (2022) UJARAN KEBENCIAN HABIB RISHIQ SHIHAB PADA MEDIA SOSIAL YOUTUBE: ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK = HABIB RISHIQ SHIHAB HATE SPEECH ON YOUTUBE SOCIAL MEDIA: FORENSIC LINGUISTIC ANALYSIS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F012201024_tesis_25-10-2022 cover1.png

Download (239kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
F012201024_tesis_25-10-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F012201024_tesis_25-10-2022 dp.pdf

Download (436kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F012201024_tesis_25-10-2022.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 September 2024.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk ujaran kebencian yang dilakukan Habib Rishiq Shihab di media social youtube, mendeskripsikan bentuk ketidakkesantunan berbahasa Culpaper yang dapat mengungkapkan kejahatan berbahasa HRS di media sosial youtube dan mendeskripsikan regulasi (peraturan ITE dan peraturan lainnya) terkait ujaran kebencian yang dilakukan HRS di Indonesia.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan HRS yang diunggah di media sosial youtube yang berisi ujaran kebencian. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah dokumen yang berupa video yang diunggah di media sosial youtube terkait tuturan HRS yang berisi ujaran kebencian. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan video mengenai tuturan HRS di media sosial pada tahun 2020 sedangkan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 5 sampel dalam waktu 1 tahun yaitu tahun 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik metode simak-lihat dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi kualitatif (qualitative content analysis).
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk ujaran kebencian yaitu 1) penghinaan, berupa pencemaran lisan dan penghinaan khusus negara, (2) Penghasutan, 3) Penistaan, dan 4) Pencemaran nama baik. Pada teori Ketidakkesantunan berbahasa Culpeper mengungkap tuturan HRS sebagai ujaran kebencian kepada presiden, Polisi, TNI, dan pemerintah Indonesia. Tuturan HRS termasuk pada jenis ketidakkesantunan yaitu 1) ketidakkesantunan postif berupa menggunakan bahasa tabu, mengggunakan kata sapaan dengan julukan tidak baik, dan tidak memberikan rasa simpati dan 2) ketidakkesantunan negatif yaitu menakut-nakuti/menanamkan keyakinan bahwa tindakannya akan merugikan) dan mencela, menghina, dan mengejek. Regulasi (peraturan ITE dan peraturan lainnya) terkait ujaran kebencian pada medsos yang berlaku di Indonesia yaitu :UU No. 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 28 ayat (1), dan Pasal 310-Pasal 321 Kitab Undang

Keywords : ujaran kebencian, media sosial youtube, dan linguistik forensik

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: hate speech, youtube social media, and forensic linguistics.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Linguistik
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 13 Mar 2024 05:16
Last Modified: 13 Mar 2024 05:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/30167

Actions (login required)

View Item
View Item