Faktor Risiko Tidak Memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Pada Akseptor Keluarga Berencana Di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2022 = Risk Factors For Not Using Intrauterine Contraceptive Devices (IUD) in Family Planning Acceptors at Kaluku Bodoa Health Center, Makassar City 2022


Syamsul, Islahhatul Fuada (2023) Faktor Risiko Tidak Memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Pada Akseptor Keluarga Berencana Di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2022 = Risk Factors For Not Using Intrauterine Contraceptive Devices (IUD) in Family Planning Acceptors at Kaluku Bodoa Health Center, Makassar City 2022. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K011191094_skripsi_13-10-2023 caver1.jpg

Download (244kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K011191094_skripsi_13-10-2023 bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K011191094_skripsi_13-10-2023 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K011191094_skripsi_13-10-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 October 2025.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ISLAHHATUL FUADA SYAMSUL “Faktor Risiko Tidak Memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Pada Akseptor Keluarga Berencana di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Tahun 2022”
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas tinggi dan aman dibandingkan kontrasepsi lainnya. BKKBN memberi penekanan bahwa alat kontrasepsi AKDR menjadi kontrasepsi unggulan. Namun, dalam pelaksanaan program KB, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case control. Populasi pada penelitian ini sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kelompok kasus (Non AKDR) dan kelompok kontrol (AKDR). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berisiko 17,66 kali terhadap tidak memakai AKDR, pendidikan berisiko 6,80 kali terhadap tidak memakai AKDR, jenis kelamin anak hanya berisiko 2,31 kali terhadap tidak memakai AKDR, paritas 6,57 kali terhadap tidak memakai AKDR, dukungan suami berisiko 53,29 kali terhadap tidak memakai AKDR, jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, keterpaparan media informasi berisiko 6,58 kali tidak memakai AKDR.
Dapat disimpulkan bahwa umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar.

Kata Kunci : AKDR, Program KB, Akseptor KB

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: IUD, Family Planning Program, Contraception Acceptors
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 30 Jan 2024 07:06
Last Modified: 30 Jan 2024 07:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/29657

Actions (login required)

View Item
View Item