Teknik Pengendalian Spodoptera exigua Hubner pada Pertanaman Bawang Merah di Kabupaten Enrekang = Techniques for Controlling Spodoptera exigua Hubner in Shallot Plantation in Enrekang Regency


Hasanah, Nidaul Fajriani (2023) Teknik Pengendalian Spodoptera exigua Hubner pada Pertanaman Bawang Merah di Kabupaten Enrekang = Techniques for Controlling Spodoptera exigua Hubner in Shallot Plantation in Enrekang Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011191032_skripsi_14-07-2023 CAVER1.jpg

Download (206kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011191032_skripsi_14-07-2023 BAB 1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011191032_skripsi_14-07-2023 DP.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G011191032_skripsi_14-07-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 October 2025.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

NIDAUL FAJRIANI HASANAH. Teknik Pengendalian Spodoptera exigua Hubner pada Pertanaman Bawang Merah di Kabupaten Enrekang (Dibimbing oleh Sri Nur Aminah Ngatimin dan Tamrin Abdullah).
Spodoptera exigua Hubner merupakan hama yang dominan pada pertanaman bawang merah di Sulawesi Selatan. Kehilangan hasil panen akibat serangan S. exigua dapat mencapai 100%, jika tidak dilakukan pengendalian. Tujuan penelitian adalah: melihat perbedaan teknik pengendalian berdasarkan topografi di dua tempat berbeda. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer dari petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja (Kelurahan Mataran 650 m dpl dan Pekalobean 840 m dpl) dan Kecamatan Baraka (Kelurahan Perangian 1.014 m dpl dan Parinding 638 m dpl). Kedua tempat ini merupakan sentra tanaman bawang merah di Kabupaten Enrekang. Data diperoleh dengan melakukan survei (mengisi kuesioner dan wawancara) kepada 15 orang petani bawang merah di masing-masing Kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengendalian berbeda menurut topografi yaitu penggunaan kelambu nilon hanya di daerah < 700 m dpl (Kelurahan Mataran 53% dan Parinding sebesar 27%). Penggunaan lampu perangkap dilakukan pada dua lokasi penelitian. Pada daerah ketinggian < 700 m dpl (Kelurahan Mataran sebesar 87% dan Parinding sebesar 80%), Di daerah ketinggian > 700 m dpl (Kelurahan Pekalobean menunjukkan hasil 100% dan Perangian menunjukkan hasil 0%). Aplikasi bahan kimia sintetik menunjukkan bahwa daerah ketinggian > 700 m dpl (Kelurahan Pekalobean hasilnya 100% dan Perangian menunjukkan hasil 87%), Di daerah ketinggian < 700 m dpl (Kelurahan Mataran dan Parinding menunjukkan hasil sebesar 87%). Teknik pengendalian biologi menunjukkan hasil bahwa pada daerah ketinggian > 700 m dpl (Kelurahan Pekalobean sebesar 47% dan Perangian hasilnya 13%), Daerah ketinggian < 700 m dpl (Kelurahan Mataran 27% dan Parinding 13%). Teknik pengendalian mekanis dengan memencet telur serangga pada daerah ketinggian > 700 m dpl (Kelurahan Pekalobean hasilnya 93% dan Perangian sebesar 6%, Pada ketinggian < 700 m dpl (Kelurahan Mataran dan Parinding keduanya menunjukkan hasil 60%). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa teknik pengendalian berbeda berdasarkan topografi.

Kata Kunci: topografi, survei, lampu perangkap, kimia sintetik, pengendalian biologi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Topography, survey, light trap, synthetic chemical, biological control
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 25 Jan 2024 07:28
Last Modified: 25 Jan 2024 07:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/29490

Actions (login required)

View Item
View Item