SINTASAN, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSIKEPITING BAKAU (Scylla olivacea) YANG DIPELIHARA SISTEM SILVOFISHERY DENGAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN RUCAH YANG BERBEDA = SURVEILLANCE, GROWTH AND PRODUCTION OF MANGROVE CRAB (Scylla olivacea) RAISED IN THE SILVOFISHERY SYSTEM WITH DIFFERENT FREQUENCY OF TRASH FEEDING


Lestary, Rima (2023) SINTASAN, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSIKEPITING BAKAU (Scylla olivacea) YANG DIPELIHARA SISTEM SILVOFISHERY DENGAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN RUCAH YANG BERBEDA = SURVEILLANCE, GROWTH AND PRODUCTION OF MANGROVE CRAB (Scylla olivacea) RAISED IN THE SILVOFISHERY SYSTEM WITH DIFFERENT FREQUENCY OF TRASH FEEDING. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L031191100_skripsi_15-08-2023 caver1.jpg

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L031191100_skripsi_15-08-2023 bab 1-2.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L031191100_skripsi_15-08-2023 dp.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L031191100_skripsi_15-08-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 October 2025.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Rima Lestary. L031 19 1100. Sintasan, Pertumbuhan dan Produksi Kepiting Bakau(scylla olivacea) yang Dipelihara Sistem Silvofishery dengan Frekuensi Pemberian Pakan Rucah yang Berbeda. Dibawah bimbingan oleh Muh. Yusri Karim sebagai Pembimbing Utama dan Abustang sebagai Pembimbing Anggota. Salah satu kegiatan budidaya yang dapat dilakukan di mangrove adalah penggemukan kepiting bakau sistem silvofishery. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan frekuensi pemberian pakan yang menghasilkan sintasan, pertumbuhan,dan produksi kepiting bakau Sylla olivacea terbaik yang dipelihara sistem silvofishery. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan wadah berupa kurungan yang terbuat dari bambu berbentuk lingkaran berdiameter 1,5 m dengan tinggi 1,5 m. Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. olivacea) jantan dengan bobot berkisar 150-160 g/ekor yang ditebar dengan padat tebar 10 ekor/kurungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan, yaitu pemberian pakan rucah 2 kali sehari, 1 kali sehari, 1 kali 2 hari dan 1 kali 3 hari. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan rucah yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada sintasan kepiting bakau. Akan tetapi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) pada pertumbuhan bobot mutlak dan berpengaruh nyata (p<0,05) pada produksi kepiting bakau. Berdasarkan penelitian ini maka disimpulkan bahwa: Sintasan kepiting bakau yang dipelihara sistem silvofishery pada frekuensi pemberian pakan berbeda menghasilkan sintasan yang sama tinggi.Pertumbuhan bobot mutlak dan produksi kepiting bakau diperoleh tertinggi pada frekuensi pemberian pakan rucah 2 kali sehari masing-masing 53,33 dan 515,77 g dan 1 kali sehari masing-masing 52,2 dan 504,4 g, sedangkan hasil terendah diperoleh pada frekuensi pemberian pakan 1 kali 3 hari masing-masing menghasilkan46,43 dan 403,03 g. Untuk penggemukan kepiting bakau dengan sistem silvofisherydisarankan menggunakan frekuensi pemberian pakan rucah kepiting bakau cukup sekali sehari.

Kata Kunci: frekuensi pemberian pakan, kepiting bakau, produksi, silvofishery,sintasan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: frekuensi pemberian pakan, kepiting bakau, produksi, silvofishery,sintasan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 22 Jan 2024 08:05
Last Modified: 22 Jan 2024 08:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/29364

Actions (login required)

View Item
View Item