“HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PENDERITA CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DI RUMAHSAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2019-2022”


Lamo, Hapsa (2023) “HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PENDERITA CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DI RUMAHSAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2019-2022”. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C011191250_skripsi_10-05-2023 cover1.jpg]
Preview
Image
C011191250_skripsi_10-05-2023 cover1.jpg

Download (325kB) | Preview
[thumbnail of C011191250_skripsi_10-05-2023 bab 1-3.pdf] Text
C011191250_skripsi_10-05-2023 bab 1-3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of C011191250_skripsi_10-05-2023 dp.pdf] Text
C011191250_skripsi_10-05-2023 dp.pdf

Download (846kB)
[thumbnail of C011191250_skripsi_10-05-2023.pdf] Text
C011191250_skripsi_10-05-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 July 2025.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang : Carpal Tunnel Syndrom (CTS) adalah Musculoskeletal
disorder (MSD), dihasilkan dari kompresi saraf yang berada di pergelangan tangan,
kemudianmenyebabkan perlambatan konduksi Nervus Medianus. Ketika Nervus
Medianustertekan akan muncul rasa sakit, terbakar, mati rasa, dan kesemutan pada
pergelangan tangan. Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya CTS antara
lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, diabetes , hipotiroid, komplikasi dari penyakit
sistemik, rokok,injury dan obesitas. Seseorang yang obesitas dapat meningkatkan
tingkat keparahan dari CTS, hal ini disebabkan karena penumpukan jaringan lemak
pada terowongan karpal yang dapat meningkatkan tekanan hidrostatik dan stress
pada Nervus Medianus. Masyarakat Indonesia dalam 10 tahun terakhir menunjukan
status gizi yang mengarah ke overweight / berat badan berlebih dan obesitas, data
riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada tahun 2019 tentang IMT menunjukkan status
gizi masyarakat indonesia pada kelompok usia > 18 tahun sebesar 5% kurus, 54,6
% normal, 14,6 % berat badan berlebih dan 25,8 % obesitas. Pada suatu penelitian
ditemukan 39% terdiagnosis CTS pada subjek yang obesitas atau IMT > 29 , subjek
yang obesitas meningkat dua kali dibandingan dengan subjek yang memiliki tubuh
ramping atau IMT < 20 hanya didaptkan 16%. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional.
Penilaian dilakukan stimultan yang berarti hanya dilakukan satu kali dengan
menggunakan rekam medik pasien untuk mengumpulkan data variabel yang
dibutuhkan. Hasil : Pasien Carpal Tunnel Syndrome yang datang berobat ke
Rumah Sakit Universitas Hasanuddin periode 2019-2022 terdapat 59 pasien, tersisa
37 pasien yang termasuk kedalam kriteria inklusi. Didapatkan presentase derajat
keparahan Sedang – berat lebih banyak di temukan di IMT Overweight – obesitas
(43,2) dibandingkan dengan IMT Underweight – Normal (18,9). pada metode Chisquare didapatkan nilai p value = 0,04 ( p<0,05). Kesimpulan : Terdapat Hubungan
Indeks Massa Tubuh dengan derajat keparahan Carpal Tunnel Syndrome pada
Carpal Tunnel Syndrome di Rumah sakit Universitas Hasanuddin periode 2019 –
2022 dengan nilai p value = 0,04 ( p<0,05).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Jul 2023 02:02
Last Modified: 27 Jul 2023 02:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/27178

Actions (login required)

View Item
View Item