PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN GERD PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2019 DAN 2020


Alinti, Ruqoyyah Hibatullah (2023) PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN GERD PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2019 DAN 2020. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C011191214_skripsi_10-05-2023 cover1.jpg]
Preview
Image
C011191214_skripsi_10-05-2023 cover1.jpg

Download (262kB) | Preview
[thumbnail of C011191214_skripsi_10-05-2023 bab 1-3.pdf] Text
C011191214_skripsi_10-05-2023 bab 1-3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of C011191214_skripsi_10-05-2023 dp.pdf] Text
C011191214_skripsi_10-05-2023 dp.pdf

Download (643kB)
[thumbnail of C011191214_skripsi_10-05-2023.pdf] Text
C011191214_skripsi_10-05-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2025.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit gastrointestinal yang kronik . Penyakit ini biasanya menyerang pada orang dewasa. GERD terjadi karena refluksnya isi lambung ke saluran esophagus, dan menimbulkan gejala khas berupa heartburn dan regurgitasi asam lambung. Heartburn adalah rasa terbakar di epigastrium yang disertai rasa nyeri dan pedih, sedangkan regurgitasi asam lambung dapat menyebabkan rasa pahit pada lidah. Apabila keduanya berlangsung kronik, maka akan menimbulkan barret esophagus.. Faktor risiko lain yang berkaitan dengan kejadian GERD adalah pengaruh gaya hidup yang tidak sehat. Kemudian yang termasuk gaya hidup adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) yang overweight, secara rutin mengkonsumsi kopi >3 kali dalam sehari. Konsumsi makanan berbumbu pedas dan asam secara rutin dapat menyebabkan GERD, serta tidur <1 jam setelah makan malam ikut berpengaruh meningkatkan faktor risiko GERD. Kemudian, GERD menyebabkan gangguan tidur di malam hari disertai keluhan “heartburn nightmare”. Konsumsi obat NSAID (Non-steroid Inflammatory Drugs) dapat meningkatkan faktor risiko dari GERD. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskripitif dengan analisis multivariat logistic regressi. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuisioner Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire(GERDQ) pada 394 sampel. Hasil: dari 394 sampel, didapatkan sebanyak 88 mahasiswa(22.3%) memiliki risiko terkena GERD dibanding yang tidak. Kemudian setelah ditinjau terdapat 3 variabel dari 10 variabel yang memiliki hubungan signifikan dan berpeluang menjadi faktor risiko GERD. Variabel tersebut IMT sebesar 35 mahasiswa(8.9%), sebanyak 35 mahasiswa(8.9%) dengan kebiasaan tidur lebih awal 1 jam setelah makan malam, dan sebanyak sebanyak 73 mahasiswa(18.5%) dengan kualitas tidur yang buruk berisiko terkena GERD. Kesimpulan: Prevalensi dan faktor risiko kejadian GERD pada mahasiwa fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin sebanyak 88 orang(22.3%) dengan faktor risiko yang mempunyai hubungan signifikan dan berpeluang menjadi faktor risiko GERD adalah IMT, kebiasaan tidur cepat setelah makan malam dan kualitas tidur buruk melalui PSQI.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Jul 2023 01:55
Last Modified: 27 Jul 2023 01:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/27174

Actions (login required)

View Item
View Item