PENGEMBANGAN EKSTRAK ETANOL SEMBUKAN (Paederia Foetida L.) SEBAGAI BAHAN BAKU STANDAR KOSMETIK PENGHAMBAT TIROSINASE = THE DEVELOPMENT OF ETHANOL EXTRACT (Paederia foetida L.) LEAVES AS COSMETIC RAW MATERIALS OF TYROSINASE INHIBITORS


Mukhriani, Mukhriani (2023) PENGEMBANGAN EKSTRAK ETANOL SEMBUKAN (Paederia Foetida L.) SEBAGAI BAHAN BAKU STANDAR KOSMETIK PENGHAMBAT TIROSINASE = THE DEVELOPMENT OF ETHANOL EXTRACT (Paederia foetida L.) LEAVES AS COSMETIC RAW MATERIALS OF TYROSINASE INHIBITORS. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
N013172002_disertasi_14-03-2023 cover1.jpg

Download (281kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N013172002_disertasi_14-03-2023 bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N013172002_disertasi_14-03-2023 dp.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
N013172002_disertasi_14-03-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 April 2025.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

MUKHRIANI. Pengembangan Ekstrak Etanol Daun Sembukan ((Paederia Foetida L) Sebagai Bahan Baku Standar Kosmetik Penghambat Tirosinase
(dibimbing oleh Gemini Alam, Yusnita Rifai dan Yulia Yusrini)
Tanaman sembukan merupakan salah satu famili rubiceae yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Berdasarkan studi pustaka diketahui daun sembukan mengandung berbagai jenis senyawa salah satunya adalah arbutin yang memiliki aktivitas sebagai penghambat tyrosinase, sehingga potensi daun sembukan terhadap aktivitas enzim tyrosinase perlu untuk dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan bahan baku potensial sebagai penghambat tyrosinase yang memenuhi standarisasi bahan baku yang meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi daun sembukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol yang diperoleh kemudian dipartisi dengan metode partisi cair- cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air.Fraksi etil asetat kemudian difraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum, sehingga diperoleh 2 gabungan fraksi yaitu fraksi A dan fraksi B. Berdasarkan profil KLT, fraksi B di isolasi lebih lanjut secara KLTP, sehingga diperoleh 5 isolat yaitu F1, F2, F4, F5 dan F6.. Penetapan kadar fenolik total (TPC) dan kandungan flavonoid total (TFC) dievaluasi dengan menggunakan Folin-Ciocalteu dan kolorimetri aluminium klorida (AlCl3). Metode penentuan kapasitas antioksidan ditentukan dengan menggunakan 2,2-difenil-1-picrylhydrazyl (DPPH), kekuatan antioksidan pereduksi besi (FRAP), dan pengurang tembaga kapasitas antioksidan (CUPRAC). Penentuan nilai SPF dilakukan berdasarkan perhitungan nilai persen Trasnsmisi Eritema (%Te) dan nilai persen Transmisi Pigmentasi (%Tp) dengan metode spektrofotometri. Aktivitas penghambatan tirosinase dilakukan menggunakan metode ELISA dengan L-tirosin sebagai substrat dan diukur pada panjang gelombang 490 nm.Hasil penelitian menunjukkan TPC pada ekstrak kasar, fraksi A, dan fraksi B berturut – turut adalah 173,18 ± 3,99 QE mg/g, 553,95 ± 5,70 mg QE /g dan 405,37 ±33,90 mg QE mg/g. TFC pada ekstrak kasar, fraksi A, dan fraksi B adalah 12,79 ± 0,25 mg GAE /g, 143,16 ± 9,27 mg GAE/g dan 143,50 ± 6,90 GAE mg GAE/g . Kapasitas antioksidan terbaik dari ekstrak tersebut ditunjukkan dengan metode DPPH (15,71 ± 1,6 mg TEAC/g dan 100,77 ± 8,5 mg AAEC/g). Fraksi B menunjukkan kapasitas antioksidan terbaik pada metode FRAP (11,48 ± 1,5 TEAC/g dan 8,39 ± 1,2 mg AAEC/g ) dan metode CUPRAC (116,34 ± 1,9 mg TEAC/g dan 66,11 ±1,3 mg AAEC/g). Dari pengujian SPF didapatkan nilai SPF terbaik pada fraksi A dimana konsentrasi 250 ppm menunjukkan nilai SPF 40,882 dan konsentrasi 200 ppm menunjukkan nilai SPF 19,486. Aktivitas penghambatan tirosinase menunjukkan bahwa IC50 dari fraksi A dan B masing-masing adalah 13,67 g/mL dan 13,37 g/mL. Standarisasi bahan baku dengan pengujian parameter spesifik yaitu pengamatan organolekptik ekstrak kental menunjukkan pemerian berwarna kuning. Pengujian parameter non spesifik meliputi kadar air 5,98%, susut pengeringan 6,28%, kadar abu 0,65%, kadar abu tidak larut asam 0,06%, kadar senyawa larut air 71,92%, kadar senyawa larut etanol 63,99%. Pemeriksaan logam arsen (As), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) tidak terdeteksi. Pengujian ALT dan AKK < 10 CFU/gr. Pengujian Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylociccus aerius menunjukkan hasil yang negatif. Dari hasil analisis isolat F5 menggunakan GC-MS diidentifikasi beberapa senyawa antara lain senyawa -D-Glucopyranoside, methyl 2-(acetylamino)-2-deoxy-3-O-(trimethylsilyl)-, cyclic methylboronate. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol sembukan memenuhi standar mutu bahan baku kosmetik penghambat tyrosinase berdasarkan pengujian parameter spesifik dan non spesifik.

Kata kunci : Sembukan, penghambat tyrosinase, karakterisasi senyawa

MUKHRIANI. Pengembangan Ekstrak Etanol Daun Sembukan ((Paederia Foetida L) Sebagai Bahan Baku Standar Kosmetik Penghambat Tirosinase
(dibimbing oleh Gemini Alam, Yusnita Rifai dan Yulia Yusrini)
Tanaman sembukan merupakan salah satu famili rubiceae yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Berdasarkan studi pustaka diketahui daun sembukan mengandung berbagai jenis senyawa salah satunya adalah arbutin yang memiliki aktivitas sebagai penghambat tyrosinase, sehingga potensi daun sembukan terhadap aktivitas enzim tyrosinase perlu untuk dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan bahan baku potensial sebagai penghambat tyrosinase yang memenuhi standarisasi bahan baku yang meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi daun sembukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol yang diperoleh kemudian dipartisi dengan metode partisi cair- cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air.Fraksi etil asetat kemudian difraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum, sehingga diperoleh 2 gabungan fraksi yaitu fraksi A dan fraksi B. Berdasarkan profil KLT, fraksi B di isolasi lebih lanjut secara KLTP, sehingga diperoleh 5 isolat yaitu F1, F2, F4, F5 dan F6.. Penetapan kadar fenolik total (TPC) dan kandungan flavonoid total (TFC) dievaluasi dengan menggunakan Folin-Ciocalteu dan kolorimetri aluminium klorida (AlCl3). Metode penentuan kapasitas antioksidan ditentukan dengan menggunakan 2,2-difenil-1-picrylhydrazyl (DPPH), kekuatan antioksidan pereduksi besi (FRAP), dan pengurang tembaga kapasitas antioksidan (CUPRAC). Penentuan nilai SPF dilakukan berdasarkan perhitungan nilai persen Trasnsmisi Eritema (%Te) dan nilai persen Transmisi Pigmentasi (%Tp) dengan metode spektrofotometri. Aktivitas penghambatan tirosinase dilakukan menggunakan metode ELISA dengan L-tirosin sebagai substrat dan diukur pada panjang gelombang 490 nm.Hasil penelitian menunjukkan TPC pada ekstrak kasar, fraksi A, dan fraksi B berturut – turut adalah 173,18 ± 3,99 QE mg/g, 553,95 ± 5,70 mg QE /g dan 405,37 ±33,90 mg QE mg/g. TFC pada ekstrak kasar, fraksi A, dan fraksi B adalah 12,79 ± 0,25 mg GAE /g, 143,16 ± 9,27 mg GAE/g dan 143,50 ± 6,90 GAE mg GAE/g . Kapasitas antioksidan terbaik dari ekstrak tersebut ditunjukkan dengan metode DPPH (15,71 ± 1,6 mg TEAC/g dan 100,77 ± 8,5 mg AAEC/g). Fraksi B menunjukkan kapasitas antioksidan terbaik pada metode FRAP (11,48 ± 1,5 TEAC/g dan 8,39 ± 1,2 mg AAEC/g ) dan metode CUPRAC (116,34 ± 1,9 mg TEAC/g dan 66,11 ±1,3 mg AAEC/g). Dari pengujian SPF didapatkan nilai SPF terbaik pada fraksi A dimana konsentrasi 250 ppm menunjukkan nilai SPF 40,882 dan konsentrasi 200 ppm menunjukkan nilai SPF 19,486. Aktivitas penghambatan tirosinase menunjukkan bahwa IC50 dari fraksi A dan B masing-masing adalah 13,67 g/mL dan 13,37 g/mL. Standarisasi bahan baku dengan pengujian parameter spesifik yaitu pengamatan organolekptik ekstrak kental menunjukkan pemerian berwarna kuning. Pengujian parameter non spesifik meliputi kadar air 5,98%, susut pengeringan 6,28%, kadar abu 0,65%, kadar abu tidak larut asam 0,06%, kadar senyawa larut air 71,92%, kadar senyawa larut etanol 63,99%. Pemeriksaan logam arsen (As), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) tidak terdeteksi. Pengujian ALT dan AKK < 10 CFU/gr. Pengujian Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylociccus aerius menunjukkan hasil yang negatif. Dari hasil analisis isolat F5 menggunakan GC-MS diidentifikasi beberapa senyawa antara lain senyawa -D-Glucopyranoside, methyl 2-(acetylamino)-2-deoxy-3-O-(trimethylsilyl)-, cyclic methylboronate. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol sembukan memenuhi standar mutu bahan baku kosmetik penghambat tyrosinase berdasarkan pengujian parameter spesifik dan non spesifik.

Kata kunci : Sembukan, penghambat tyrosinase, karakterisasi senyawa

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Sembukan, tyrosinase inhibitor, compound characterization
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Ilmu Farmasi
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 02 May 2023 02:58
Last Modified: 02 May 2023 02:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/26373

Actions (login required)

View Item
View Item