Karakteristik Pasien Neuropati Diabetik Perifer di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2020


Ramadhani, Amaliyah (2023) Karakteristik Pasien Neuropati Diabetik Perifer di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2020. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C011181022_skripsi_09-01-2023 cover1.png]
Preview
Image
C011181022_skripsi_09-01-2023 cover1.png

Download (175kB) | Preview
[thumbnail of C011181022_skripsi_09-01-2023 1-2.pdf] Text
C011181022_skripsi_09-01-2023 1-2.pdf

Download (0B)
[thumbnail of C011181022_skripsi_09-01-2023 dp.pdf] Text
C011181022_skripsi_09-01-2023 dp.pdf

Download (826kB)
[thumbnail of C011181022_skripsi_09-01-2023.pdf] Text
C011181022_skripsi_09-01-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 January 2025.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) memperkirakan angka kejadian DM tipe 2 di Indonesia sebesar 21.3 juta jiwa pada tahun 2030. Neuropati diabetik perifer adalah gejala dan atau tanda dari disfungsi saraf penderita diabetes yang merupakan salah satu komplikasi mikrovaskuler dari DM yang paling sering terjadi dan dapat memperburuk kualitas hidup. Diperkirakan NDP memengaruhi hingga 50% orang dengan diabetes, dan 10% hingga 20% memiliki gejala yang cukup parah yang memerlukan pengobatan.
Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik pasien neuropati diabetik perifer di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2020.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data rekam medik pasien neuropati diabetik perifer di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling.
Hasil : Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 44 sampel. Distribusi pasien neuropati diabetik perifer paling banyak adalah usia 50 - 59 tahun (38,6%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (63,6%), IMT paling banyak IMT normal (36,4%), gejala klinis paling banyak dikeluhkan adalah gangguan pada saraf sensorik (68,2%), waktu sejak terdiagnosis DM terbanyak adalah >5 tahun (50,0%), hasil pengecekan GDS terbanyak adalah 200 - 250 mg/dL (25,0%), 75% pasien NDP adalah penderita DM tidak terkontrol (HbA1c >7%), jenis terapi DM yang paling banyak digunakan oleh pasien adalah insulin (36,4%), 61,9% pasien menggunakan OAD secara monoterapi, 50% pasien dengan NDP datang berobat dengan teratur. Di antara pasien NDP tersebut, 47,7% memiliki riwayat hipertensi, 52,3% memiliki riwayat dislipidemia dan sebagian besar tidak merokok (95,5%), 15,9% refleks fisiologis pasien adalah normal, 13,6% hasil EMG pasien adalah tipe axonal-demielinating polineuropati (13,6%), 18,2% pasien dengan NDP mengalami DFU, 2,3% pasien mengalami amputasi dan pasien lebih banyak yang menggunakan antikonvulsan (56,8%) untuk mengatasi nyeri neuropati.
Kesimpulan : Distribusi pasien neuropati diabetik perifer paling banyak adalah usia 50-59 tahun, perempuan, IMT normal, gejala klinis berupa gangguan pada saraf sensorik, telah terdiagnosis DM >5 tahun, GDS 200-250 mg/dL, HbA1c >7%, menggunakan insulin, mendapatkan monoterapi OAD, pengobatan DM teratur, memiliki riwayat hipertensi, riwayat dislipidemia, tidak ada riwayat merokok, refleks fisiologis normal, hasil EMG tipe axonal-demielinating polineuropati, tidak ada riwayat DFU, tidak ada riwayat amputasi, dan menggunakan antikonvulsan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Apr 2023 00:52
Last Modified: 04 Apr 2023 00:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/26095

Actions (login required)

View Item
View Item