UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata Linn.) TERHADAP FUNGSI DAN STRUKTUR HISTOLOGI GINJAL DAN HATI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) BETINA = SUBACUTE TOXICITY TEST OF CIPLUKAN LEAF EXTRACT (Physalis angulata Linn.) ON KIDNEY AND LIVER HISTOLOGY STRUCTURE OF FEMALE WISTAR RATS (Rattus norvegicus)


Lestiariani, Lestiariani (2023) UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata Linn.) TERHADAP FUNGSI DAN STRUKTUR HISTOLOGI GINJAL DAN HATI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) BETINA = SUBACUTE TOXICITY TEST OF CIPLUKAN LEAF EXTRACT (Physalis angulata Linn.) ON KIDNEY AND LIVER HISTOLOGY STRUCTURE OF FEMALE WISTAR RATS (Rattus norvegicus). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
N012211027_tesis_08-03-2023 cover1.png

Download (127kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N012211027_tesis_08-03-2023 1-2.pdf

Download (875kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N012211027_tesis_08-03-2023 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
N012211027_tesis_08-03-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 March 2025.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

LESTIARIANI. Uji Toksisitas Subakut Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata Linn.) Terhadap Fungsi dan Struktur Histologi Ginjal dan Hati Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina (dibimbing oleh Yulia Yusrini Djabir, M.Si, MBM.Sc, Ph.D., Apt.dan Abdul Rahim, M.Si, Ph.D., Apt.)
Daun ciplukan (Physalis angulata Linn.) telah lama digunakan sebagai obat herbal tradisional. Namun, studi toksisitas dari ekstrak daun ciplukan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas subakut ekstrak daun ciplukan terhadap fungsi dan histopatologi ginjal dan hati. Daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi, dan kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dua puluh ekor tikus Wistar betina dibagi menjadi empat kelompok (n=5). Kelompok kontrol diberikan Na-CMC 1%, dan tiga kelompok lainnya diberikan ekstrak etanol daun ciplukan (EEDC) dengan dosis 100, 500, dan 1000 mg/kg berat badan tikus. Uji toksisitas subakut dilakukan selama 28 hari, dan gejala toksisitas diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ciplukan mengandung flavonoid total setara dengan 22,47 mg quercetin per gram ekstrak. Gejala klinis diare terjadi pada tikus yang diberikan daun ciplukan 500 dan 1000 mg/kg. Tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada bobot organ relatif, kadar serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), ureum, dan kreatinin. Tidak terdapat kerusakan secara signifikan pada ginjal dan hati, tetapi terdapat perubahan histologi ringan yaitu terjadi dilatasi kapsul bowman dan perdarahan pada tubular serta jumlah sel kupffer dan limfosit di hati yang lebih tinggi pada tikus yang diberikan ekstrak daun ciplukan 1000 mg/kg. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun ciplukan tidak menyebabkan disfungsi ginjal dan hati pada tikus setelah 28 hari pemaparan. Namun, karena terjadi diare dan perubahan histologi ringan pada hati dan ginjal tikus, maka perhatian perlu diberikan saat mengkonsumsi ekstrak daun ciplukan dengan dosis tinggi, terutama untuk jangka waktu lama.

Kata kunci: toksisitas subakut, ekstrak daun ciplukan, ginjal, hati

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: subacute toxicity, Physalis angulata leaves extract, kidney, liver
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Ilmu Farmasi
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 03 Apr 2023 00:16
Last Modified: 03 Apr 2023 00:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/25992

Actions (login required)

View Item
View Item