Penanganan Kasus Abortus pada Kucing Persia di Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin


Zainuddin, Nur Afzah (2023) Penanganan Kasus Abortus pada Kucing Persia di Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C024211008_skripsi_15-12-2022 cover1.png]
Preview
Image
C024211008_skripsi_15-12-2022 cover1.png

Download (93kB) | Preview
[thumbnail of C024211008_skripsi_15-12-2022 1-2.pdf] Text
C024211008_skripsi_15-12-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of C024211008_skripsi_15-12-2022 dp.pdf] Text
C024211008_skripsi_15-12-2022 dp.pdf

Download (698kB)
[thumbnail of full taxt] Text (full taxt)
C024211008_skripsi_15-12-2022.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Abortus merupakan salah satu gangguan reproduksi berupa terjadinya proses kelahiran satu atau lebih fetus sebelum waktunya, baik dalam kondisi hidup ataupun mati. Abortus dapat disebabkan oleh beberapa agen infeksi seperti Escerichia coli,
Toxoplasma gondii, dan FHV. Selain itu, abortus juga dapat terjadi akibat penyebab non infeksius seperti trauma. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui penanganan kasus abortus pada kucing persia. Tanda klinis yang dapat ditemukan pada kasus abortus yaitu adanya vaginal discharge, tingkah laku mengejan, serta adanya respon tidak nyaman pada bagian abdomen yang terjadi
bukan di akhir masa kebuntingan. Metode diagnosis yang digunakan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan berupa Ultrasonography
(USG). Hasil pencitraan USG menunjukkan umur fetus yang dihitung dari Head Diameter-nya masih sekitar 6 minggu dan denyut jantung yang hanya ditemukan pada satu ekor fetus saja dalam keadaan lemah. Riwayat hewan kasus pernah jatuh
dari lantai dua rumah satu hari sebelum datang ke klinik dan pada dini hari telah melahirkan satu ekor anak kucing dalam keadaan mati dan belum memiliki rambut.
Penanganan kasus ini dilakukan dengan tindakan pembedahan Caesarean Section yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan Ovariohysterectomy akibat ditemukannya uterus yang rupture. Pengobatan pasca operasi yang diberikan berupa terapi cairan, antibiotik dan antiinflamasi injeksi, serta obat topikal yaitu antibiotik salep. Hewan kasus dirawat inap untuk diberikan perawatan secara intensif selama 8 (delapan) hari hingga luka operasi kering dan tanda vital normal, hingga boleh dipulangkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Feb 2023 00:22
Last Modified: 06 Feb 2023 00:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/24564

Actions (login required)

View Item
View Item