HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEJADIAN KECACINGAN DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA SISWA SD NEGERI BATULACCU KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2019


SADDANIA, SITTI (2019) HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEJADIAN KECACINGAN DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA SISWA SD NEGERI BATULACCU KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2019. Skripsi thesis, universitas hasanuddin.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
19_K011171703(FILEminimizer).ok.pdf

Download (911kB)

Abstract (Abstrak)

Kejadian kecacingan di Kota Makassar Tahun 2017 terdapat 1.928 kasus
tersebar di seluruh puskesmas se-kota Makassar dan didominasi oleh anak usia
sekolah. Kecamatan Panakkukang daerah yang letaknya persis di tengah kota
Makassar, namun masih terdapat kasus kecacingan pada anak usia sekolah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan kejadian
kecacingan dengan kemampuan kognitif siswa di SD Negeri Batulaccu. Personal
hygiene mencakup antara lain ; kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan
menggunakan alas kaki, kebersihan kuku.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross
sectional. Besar sampel minimal yang diambil sebesar 28 sampel dari total
populasi 78 orang menggunakan rumus Lamenshow dan penarikan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Dari hasil pemeriksaan sampel feses menggunakan metode katokatz terdapat 6
sampel positif terinfeksi cacing. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji
fisher didapatkan nilai p value = 0.00 < 0.05 yang berarti ada hubungan kebiasaan
mencuci tangan dengan kejadian kecacingan. Tidak ada hubungan kebiasaan
menggunakan alas kaki dan kebersihan kuku dengan kejadian kecacingan.
Demikian pula hasil analisis hubungan kejadian kecacingan dengan kemampuan
kognitif didapatkan nilai signifikasi sebesar 1.00 yang diartikan bahwa tidak ada
hubungan antara variabel.
Saran bagi pihak sekolah adalah turut serta dalam upaya preventif dan
promotif memberantas infeksi kecacingan, menyediakan washtafel dan sarana air
bersih di sekolah. Untuk pemerintah sebaiknya melibatkan lintas sektor yang
terkait dalam usaha menurunkan infeksi kecacingan dengan menyediakan
washtafel dan sarana air bersih di tempat – tempat umum agar mudah di jangkau.
Puskesmas sebaiknya rutin menggelar kegiatan sosialisasi CTPS di sekolah.
Masyarakat sebaiknya dengan penuh kesadaran melaksanakan poin – poin
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah. Senantiasa memperhatikan
personal hygiene-nya, mengajarkan pada anak sedari dini agar terbiasa mencuci
tangan dengan benar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Kamaluddin
Date Deposited: 15 Nov 2022 02:27
Last Modified: 15 Nov 2022 02:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/23120

Actions (login required)

View Item
View Item