EVALUASI KEKUATAN OTOT DASAR PANGGUL DAN DEFEK SFINGTER ANI PADA PEREMPUAN PASCA REPAIR TRAUMA SFINGTER ANI OBSTETRI = Evaluation of Pelvic Floor Strength and Defect of Anal Sphincter in Women Post Repair Obstetrical Anal Sphincter Injuries


Martiani, Sarnisyah Dwi (2021) EVALUASI KEKUATAN OTOT DASAR PANGGUL DAN DEFEK SFINGTER ANI PADA PEREMPUAN PASCA REPAIR TRAUMA SFINGTER ANI OBSTETRI = Evaluation of Pelvic Floor Strength and Defect of Anal Sphincter in Women Post Repair Obstetrical Anal Sphincter Injuries. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C055171013_tesis_14-07-2022 cover1.png

Download (93kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C055171013_tesis_14-07-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C055171013_tesis_14-07-2022 dp.pdf

Download (884kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C055171013_tesis_14-07-2022.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 October 2024.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK
SARNISYAH MARTIANI. Evaluasi Kekuatan Otot Dasar Panggul dan Defek Sfingter Ani pada Perempuan Pasca Repair Trauma Sfingter Ani Obstetri (dibimbing oleh St. Nur Asni, Abdul Rahman, Muh. Firdaus Kasim, Trika Irianta, Eddy Tiro)
Latar Belakang : Angka kejadian ruptur perineum tingkat 3 dan 4 berkisar 3% primipara dan sekitar 0,8% pada perempuan yang telah melahirkan sebelumnya. Angka Obstetrical Anal Sphincter Injuries meningkat dari 0,3%-0,38% pada tahun 2014 di Hongkong. Persalinan pervaginam dapat menurunkan kekuatan otot dasar panggul sekitar 0,5%-5% dan dapat mengakibatkan keluhan inkontinensia urin dan alvi, serta dispareunia. Tujuan : Mengevaluasi defek sfingter ani dan disfungsi otot dasar panggul pada perempuan pasca repair trauma sfingter ani obstetri.
Metode : Analitik observasional yang dikembangkan dengan desain kohort prospektif. Perempuan yang mengalami Repair Trauma Sfingter Ani Obstetri pada Bulan Januari 2020- Juni 2021 di beberapa RS jejaring Makassar dinilai defek pasca repair dan keluhan subjektif menggunakan USG Transperineal, Skor Wexner, Numeric Pain Rating Scale dan Perineometer (Peritron 9300 V) yang dilakukan dalam 3 kali pengkuran yaitu pada bulan 1, 3 dan 6 pasca repair. Data diolah menggunakan SPSS 20.
Hasil : Dari 51 sampel yang dilakukan pemeriksaan, didapatkan rata-rata usia 27.82±4.04 tahun dengan rerata IMT 24.52±4.31 kg/m2. Sampel didominasi oleh primipara sebanyak 41(80,4%). Rerata berat bayi 3312.75±424.24 gram. Terdapat 5 (9,8%) Pasien yang mengalami defek pasca repair, rerata skor wexner pada sampel dengan defek sfingter ani 1.60±1.14 pada bulan pertama, terdapat perbedaan yang signifikan pada dispareunia (p<0.05) dengan rerata 3.33±1.15 pada sampel dengan defek sfingter ani pada bulan keenam. Tampak peningkatan rerata skor kekuatan otot panggul pada perempuan tanpa defek sfingter ani.
Kesimpulan : Gejala subjektif dapat ditemukan pada perempuan tanpa defek sfingter ani. Peningkatan kekuatan otot dasar panggul dapat terjadi seiring bertambahnya waktu pasca repair

Keywords : Kekuatan Otot Dasar Panggul, OASIS, Skor Wexner

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pelvic Floor Strength, OASIS, Wexner Score
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Obstetri Dan Ginekologi
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 01 Nov 2022 05:29
Last Modified: 01 Nov 2022 05:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/22545

Actions (login required)

View Item
View Item