ANALISIS RADIOLOGICAL ALIGNMENT DAN FUNCTIONAL OUTCOME PADA PASIEN ANAK SETELAH PEMBEDAHAN PADA DISPLACED SUPRACONDYLAR HUMERUS FRACTURE


Abidin, Moh. Asri (2021) ANALISIS RADIOLOGICAL ALIGNMENT DAN FUNCTIONAL OUTCOME PADA PASIEN ANAK SETELAH PEMBEDAHAN PADA DISPLACED SUPRACONDYLAR HUMERUS FRACTURE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Full text] Text (Full text)
C114216104_tesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of Bab I & II] Text (Bab I & II)
C114216104_tesis_bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C114216104_tesis_cover1.jpg

Download (359kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
C114216104_tesis_dp.pdf

Download (312kB)

Abstract (Abstrak)

MOH. ASRI ABIDIN : Analisis Radiological Alignment Dan Functional Outcome Pada Pasien Anak Setelah Pembedahan Pada Displaced Supracondylar Humerus Fracture
(dibimbing oleh M. Ruksal Saleh dan Muhammad Sakti)

Fraktur Supracondylar Humerus (SCH) merupakan jenis fraktur sendi siku yang paling umum terjadi (50–70%) pada anak-anak dengan kisaran usia 3–10 tahun.. Tata laksana untuk tipe yang displaced adalah operasi yakni closed reduction and percutaneous pinning (CRPP) atau open reduction internal fixation (ORIF). Outcome dari fraktur SCH pada populasi anak-anak umumnya dapat dinilai secara klinis dan radiologis.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil radiologis dan fungsional pada fraktur SCH yang dilakukan tindakan CRPP dan ORIF menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan analytic approach mulai Januari 2016-Desember 2018 dengan menggunakan Radiological Alignment menggunakan Baumann’s Angle (indikator adekuatnya reduksi) dan Functional Outcome berdasarkan Flynn’s Criteria. Hasil data kemudian dianalisis dengan Pearson’s Correlation test dan independent t-test

Tiga puluh sampel sesuai kriteria inklusi dianalisis. Secara umum, terdapat koefisien korelasi Pearson positif yang signifikan (p = 0,006) antara radiological alignment (Baumann’s angle) dengan skor hasil fungsional (Flynn’s criteria), di mana Semakin besar Baumann’s angle semakin tinggi skor loss of motion (p <0,05). Dalam penelitian kami, rata-rata baumann’s angle dalam kelompok CRPP dan ORIF adalah 72,3 dan 74,3 derajat. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,470) antara jenis fiksasi dan baumann’s angle. Kami menemukan tidak terdapat hubungan signifikan dalam hasil fungsional antara CRPP dan ORIF (p=0.255).

Anatomi radiological alignment memiliki korelasi positif yang signifikan dengan functional outcome pasien setelah pembedahan pada displaced supracondylar humerus pada anak-anak (p <0,05). Baumann’s angle terlihat lebih tinggi di ORIF daripada di CRPP, tetapi tidak signifikan secara statistik (p> 0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil fungsional pada pasien yang di CRPP dan ORIF. Sebagian besar subjek (27 dari 30) pada kedua kelompok sampel termasuk dalam kategori memuaskan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Displaced Supracondylar Humerus Fracture, Radiological Alignment, Baumann’s Angle, Functional Outcome, Flynn’s Criteria
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Andi Milu
Date Deposited: 31 Oct 2022 05:47
Last Modified: 31 Oct 2022 05:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/22473

Actions (login required)

View Item
View Item