EKSPRESI ANDROGINI MELALUI FASHION (Studi Kasus Pada Pria Androgini di Kota Makassar)


Wijayakusuma, Putri Kumalasari Fadly (2020) EKSPRESI ANDROGINI MELALUI FASHION (Studi Kasus Pada Pria Androgini di Kota Makassar). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E51116309_skripsi_28-08-2020 cover1.jpg

Download (337kB) | Preview
[thumbnail of BAB I - III] Text (BAB I - III)
E51116309_skripsi_28-08-2020 1-3.pdf

Download (472kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
E51116309_skripsi_28-08-2020 dapus-lampiran.pdf

Download (53kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E51116309_skripsi_28-08-2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Androgini adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Sandra Bem,seorang psikolog Universitas Stanford pada tahun 1974. Androgini merupakan penggabungan antara kedua ekspresi gender yaitu maskulin dan feminin, melebur dalam satu tubuh. Konsep androgini pada dasarnya menghilangkan batas gender mereka dalam berekspresi. Androgini ini lebih mengekspresikan dirinya sehari – hari melalui fashion nya atau cara dia berpakaian, sehingga fashion androgini ini muncul sebagai gaya baru dalam masyarakat. Penelitian ini fokus pada motif para pelaku androgini, bagaimana androgini membantah label transgender yang melekat pada dirinya, dan bagaimana pelaku androgini menggunakan fashion sebagai media representasi dirinya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan 13 orang pelaku androgini dengan rentang usia 20 – 24 tahun dengan status mahasiswa dan berbagai pekerjaan lainnya. Penelitian ini menggunakan Teknik FGD (focus discussion group) dan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motif seseorang menjadi androgini di Kota Makassar terbagi dua, motif karena berupa lingkungan, rasa nyaman, ingin tampil beda, pasangan dan tuntutan pekerjaan. Lalu motif keinginan berupa ingin diterima di masyarakat dan ingin tetap dipandang normal. Para laki – laki androgini juga menegaskan bahwa mereka bukan lah seorang transgender dengan alasan mereka tidak ingin menjadi seorang perempuan seperti yang dilakukan oleh laki – laki transgender. Pelaku androgini memilih fashion sebagai media representasi karena fashion merupakan media yang paling mudah di identifikasi oleh seseorang dan melalui fashion mereka bisa menuangkan kreativitas mereka yang membuat mereka lebih percaya diri dalam berpenampilan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial
Depositing User: wahyuni aras
Date Deposited: 08 Jan 2021 01:16
Last Modified: 08 Jan 2021 01:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/2043

Actions (login required)

View Item
View Item