PENGARUH PEMBERIAN POLISAKARIDA SULFAT DARI ALGA COKLAT (Sargassum polycystum) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI AORTA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) ATEROSKLEROSIS


Ramadhan, Chitra (2022) PENGARUH PEMBERIAN POLISAKARIDA SULFAT DARI ALGA COKLAT (Sargassum polycystum) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI AORTA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) ATEROSKLEROSIS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
N011181011_skripsi_22-08-2022 cover1.png

Download (111kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011181011_skripsi_22-08-2022 1-2.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011181011_skripsi_22-08-2022 dp.pdf

Download (258kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
N011181011_skripsi_22-08-2022.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (444kB)

Abstract (Abstrak)

Sargassum polycystum merupakan jenis alga coklat yang mengandung berbagai macam senyawa salah satunya adalah polisakarida sulfat. Kelompok senyawa ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga diduga dapat mencegah terbentuknya lesi aterosklerosis. Lesi awal aterosklerosis salah satunya ditandai dengan adanya sel busa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian polisakarida sulfat dari alga coklat (Sargassum polycystum) terhadap gambaran histopatologi aorta tikus putih (Rattus norvegicus) aterosklerosis. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan perlakuan selama 14 hari. Kelompok 1 diberi pakan standar (kontrol sehat), kelompok 2 diberi diet tinggi lemak dan CMC 0,5% (kontrol negatif), kelompok 3 hingga 5 diberi diet tinggi lemak dan polisakarida sulfat dengan dosis masing-masing sejumlah 10, 50 dan 250 mg/kg BB secara oral. Parameter yang diukur adalah jumlah sel busa pada aorta tikus putih (Rattus norvegicus). Pada hasil pengamatan histopatologi diperoleh rerata jumlah sel busa tertinggi yaitu pada kelompok kontrol negatif sebesar 56,33 ± 7,76 dan rerata jumlah sel busa terendah yaitu pada kelompok polisakarida sulfat dosis 250 mg/kg BB sebesar 23,66 ± 2,30. Dari hasil uji statistik Kruskal-Wallis diperoleh nilai p 0,047 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap kelompok perlakuan. Hasil uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan bahwa pemberian polisakarida sulfat dapat menurunkan jumlah sel busa pada aorta tikus putih (Rattus norvegicus) aterosklerosis yang diberi diet tinggi lemak dengan dosis optimal 250 mg/kg BB.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: tikus putih, aterosklerosis, histopatologi, polisakarida sulfat.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: S.I.P Zohrah Djohan
Date Deposited: 05 Sep 2022 02:30
Last Modified: 05 Sep 2022 02:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/18537

Actions (login required)

View Item
View Item