Evaluasi Efek Protektif Minyak Cengkeh (Oleum Caryophylli) Terhadap Peningkatan Kadar Malondialdehid Ginjal Tikus yang Diberi Levofloksasin = The Protective Effects Of Clove Oil (Oleum Caryophylli) Against Elevated Renal Malondialdehyde Levels In Rats Treated With Levofloxacin


Salsabil, Syafira Nurul (2022) Evaluasi Efek Protektif Minyak Cengkeh (Oleum Caryophylli) Terhadap Peningkatan Kadar Malondialdehid Ginjal Tikus yang Diberi Levofloksasin = The Protective Effects Of Clove Oil (Oleum Caryophylli) Against Elevated Renal Malondialdehyde Levels In Rats Treated With Levofloxacin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
N011171015_skripsi_20-07-2022 cover1.png

Download (73kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011171015_skripsi_20-07-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011171015_skripsi_20-07-2022 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
N011171015_skripsi_20-07-2022.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

SYAFIRA NURUL SALSABIL. Evaluasi Efek Protektif Minyak Cengkeh (Oleum caryophylli) Terhadap Peningkatan Kadar Malondialdehid Ginjal Tikus yang Diberi Levofloksasin (dibimbing oleh Yulia Yusrini Djabir dan Ismail).
Levofloksasin merupakan antibiotik golongan fluoroquinolon yang memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas, namun dapat meningkatkan peroksidasi lipid yang dapat merusak membran sel. Minyak cengkeh (Oleum caryophylli) mengandung senyawa utama eugenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek protektif minyak cengkeh terhadap peningkatan kadar malondialdehid ginjal tikus yang diberi levofloksasin. Penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol sehat (KI), kontrol negatif yang diinduksi suspensi levofloksasin (KII), kontrol positif yang diberikan suspensi curcuma (KIII), serta kelompok perlakuan minyak cengkeh 2mg/200 gBB (KIV), 5mg/200 gBB (KV) dan 10mg/200 gBB (KVI) diberikan 2 jam sebelum induksi levofloksasin selama 30 hari secara oral. Setelah 30 hari perlakuan, dilakukan pengambilan organ ginjal lalu diukur kadar Malondialdehid (MDA) menggunakan spektrofotometer visible (531 nm). Dari hasil pengukuran didapatkan rata-rata kadar MDA pada kontrol sehat 36,39±3,46 ng/mL, kontrol negatif 72,87±3,58 ng/mL, kontrol positif 24,39±2,56 ng/mL, kemudian kelompok yang diberi minyak cengkeh dengan dosis 2mg/200gBB, 5mg/200gBB dan 10mg/200gBB diikuti suspensi levofloksasin secara berturut-turut didapatkan hasil 25,09±7,89 ng/mL, 27,8±2,31 ng/mL dan 39,45±6,81 ng/mL. Dari hasil statistik, ketiga dosis minyak cengkeh mampu menurunkan kadar MDA ginjal secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif. Disimpulkan bahwa pemberian minyak cengkeh dosis 2 mg/200 gBB paling efektif dibandingkan dosis yang lebih besar dalam mencegah peningkatan peroksidasi lipid ginjal yang diinduksi suspensi levofloksasin.

Keywords : ginjal, levofloksasin, malondialdehid, minyak cengkeh, peroksidasi lipid.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 08 Aug 2022 02:43
Last Modified: 08 Aug 2022 02:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/17854

Actions (login required)

View Item
View Item