STUDI INFEKSI PATOGEN PADA BEBERAPA SPESIES IKAN LAUT = STUDY OF PATHOGENIC INFECTION ON SEVERAL SPECIES OF MARINE FISH


Sufardin, Sufardin (2022) STUDI INFEKSI PATOGEN PADA BEBERAPA SPESIES IKAN LAUT = STUDY OF PATHOGENIC INFECTION ON SEVERAL SPECIES OF MARINE FISH. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L013181012_disertasi_10-06-2022 cover1.png

Download (244kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L013181012_disertasi_10-06-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L013181012_disertasi_10-06-2022 dp.pdf

Download (658kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L013181012_disertasi_10-06-2022.pdf

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Ikan budidaya rentan terkena penyakit dibandingkan di alam liar. Agen penyakit seperti parasit, bakteri, dan virus dapat menyebabkan mortalitas sehingga berdampak pada kerugian ekonomi akibat penurunan jumlah produksi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi simultan diketahui menyebabkan masalah kesehatan pada ikan budidaya, yang sebagian besar dampaknya secara spesifik belum dapat dijelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen yang menyerang ikan budidaya laut, menganalisis tingkat infeksi parasit dan bakteri, mendeskripsikan preferensi infeksi Trichodina, menganalisis dampak infeksi patogen terhadap hematologi, histopatologi dan fisiologi, serta mengevaluasi imunitas ikan.
Sampel ikan diperoleh dari tiga lokasi yakni fasilitas budidaya laut Takalar (Lates calcarifer dan Amphiprion percula), Gondol (L. calcarifer dan kerapu hibrid Ephinephelus fuscoguttatus-lanceolatus), dan Situbondo (kerapu hibrid E. fuscoguttatus-lanceolatus). Metode preparat ulas digunakan untuk investigasi parasit berdasarkan ciri morfologi, sedangkan instrumen Vitek-2 compact system digunakan untuk identifikasi bakteri. Deteksi Iridoviridae dilakukan melalui analisis polymerase chain reaction (PCR). Preferensi infeksi parasit diketahui melalui kohabitasi ikan sakit dengan ikan sehat berbagai ukuran. Hubungan antara infeksi parasit dan bakteri diungkapkan dengan mengisolasi dan menghitung konsentrasi bakteri pada ikan berdasarkan tingkat infeksi parasit. Eksperimen koinfeksi dilakukan dengan injeksi bakteri baik pada ikan sehat maupun yang terinfeksi oleh parasit. Parameter dampak infeksi yakni hematologi, histopatologi, fisiologis, dan imunitas ikan. Data diuji secara statistik menggunakan analisis ragam dan regresi linier.
Hasil penelitian menunjukkan parasit yang menginfeksi ikan adalah Gyrodactylus sp. dan Trichodina sp. Tingkat infeksi Gyrodactylus sp. pada A. percula serta Trichodina sp. pada kerapu hibrid dari Situbondo dan Gondol tergolong sangat parah. Sebaliknya, Trichodina sp. pada L. calcarifer dari Takalar tergolong infeksi parah. Bakteri yang menginfeksi ikan yakni Bacillus sp., Bacillus mycoides, Bacillus thuringiensis, Bacillus cereus, Bordetella hinzii, Sphingomonas paucimobilis, Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas putida, Brevibacillus chosinensis, Licinubacillus fusiformis, Aeromonas caviae, dan Photobacterium damselae. Setelah kohabitasi, tingkat infeksi Trichodina sp. lebih tinggi pada ikan berukuran 2-6 cm (P<0,05) dengan preferensi insang kiri (P<0,05). Variasi tingkat infeksi Trichodina sp. diketahui berpengaruh terhadap jumlah bakteri (P<0,05). Hasil eksperimen mengungkapkan bahwa koinfeksi menyebabkan lebih banyak dampak buruk pada kesehatan ikan dibandingkan infeksi tunggal. Infeksi tunggal parasit maupun bakteri menunjukkan dampak ringan secara histopatologi, fisiologi dan hematologi ikan. Parameter imun menunjukkan nilai globulin dan titer antibodi lebih tinggi pada infeksi tunggal dan koinfeksi dengan A. caviae, yakni produksi globulin tinggi pada infeksi tunggal (P<0,05), sedangkan titer antibodi lebih tinggi pada koinfeksi (P<0,05).
Sebagai kesimpulan bahwa terdapat dua jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan budidaya laut yakni Gyrodactylus sp. dan Trichodina sp.. Bakteri pada ikan terdiri atas 12 jenis yang didominansi oleh bakteri basil berspora. Aeromonas caviae merupakan bakteri yang paling letal di antara bakteri uji lainnya. Secara umum prevalensi parasit menunjukkan infeksi yang sangat parah, sedangkan berdasarkan intensitas menunjukkan infeksi sedang pada ikan dari Takalar dan Gondol. Infestasi parasit cenderung lebih tinggi pada ikan yang lebih besar. Setelah kohabitasi, ikan berukuran 2-6 cm merupakan kelompok yang paling banyak terinfeksi Trichodina pada insang kiri. Koinfeksi parasit dan bakteri berkontribusi nyata pada penurunan kesehatan ikan. Deteksi Iridoviridae pada ikan budidaya laut menunjukkan hasil negatif.
Keywords : budidaya laut, Gyrodactylus, , Iridoviridae, penyakit ikan, Trichodina

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 20 Jun 2022 02:10
Last Modified: 20 Jun 2022 02:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/16868

Actions (login required)

View Item
View Item