Position Children from Unregistered Parental Marriages Judging from Toba Batak Customary Law

Sihombing, Romauli (2022) Position Children from Unregistered Parental Marriages Judging from Toba Batak Customary Law. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
B022181026_tesis_23-05-2022 cover1.png

Download (201kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B022181026_tesis_23-05-2022 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of daftar pustaka] Text (daftar pustaka)
B022181026_tesis_23-05-2022 dp.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
B022181026_tesis_23-05-2022.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kedudukan anak dari perkawinan orang tua yang tidak tercatat catatan sipil ditinjau dari hukum adat Batak Toba.
Penelitian ini adalah penelitian empiris yaitu penelitian hukum yang menggunakan sumber data primer yaitu data yang diperoleh melalui hasil penelitian lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan metode analisis preskriptif.
Anak merupakan anugerah yang dititipkan untuk oleh Tuhan wajib dipelihara sebaik mungkin walaupun terlahir dari perkawinan yang tidak sah secara hukum positif. Pada masyarakat Batak Toba yang menganut sistem kekerabatan Patrilineal, anak laki-laki merupakan penerus marga dari ayahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan anak yang lahir dari perkawinan orang tua yang tidak tercatat pada catatan sipil menurut hukum adat Batak Toba adalah tetap sah. Jika anak tersebut laki-laki, maka berhak diturunkan marga dari ayahnya dan mendapatkan warisan. Jika anak tersebut perempuan, maka dapat menerima pemberian dari orang tua berupa hadiah. Mayoritas masyarakat Batak Toba saat ini berpandangan perkawinan yang telah dilakukan secara adat dan agama harus juga dilengkapi dengan pencatatan pada catatan sipil agar perkawinan tersebut dianggap sah. Masyarakat Batak Toba tidak lagi mengenal Perkawinan beristri lebih dari satu (poligami), hal itu dipengaruhi oleh mayoritas masyarakat Batak Toba merupakan penganut agama Kristen. Adapun jika terdapat perselisihan berkaitan dengan kasus tersebut diatas, maka musyawarah dikedepankan bagi keluarga yang bersangkutan dengan melibatkan tetuah-tetuah adat Batak Toba dalam mengambil keputusan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Kenotariatan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 08 Jun 2022 03:26
Last Modified: 23 Aug 2022 05:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/16432

Actions (login required)

View Item
View Item