Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Tekanan Darah dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar = The Relationship Between the Level of Knowledge and blood pressure with blood Glucose of Patients wit Type II Diabetes Mellitus in the Tamalanrea Public Health Center Working Area


Jemah, Anjuna (2022) Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Tekanan Darah dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar = The Relationship Between the Level of Knowledge and blood pressure with blood Glucose of Patients wit Type II Diabetes Mellitus in the Tamalanrea Public Health Center Working Area. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K021171018_skripsi_cover1.jpg

Download (246kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K021171018_skripsi_bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K021171018_skripsi_dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K021171018_skripsi_25-04-2022.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Diabetes melitus menjadi suatu permasalahan yang meluas karena prevalensinya yang tinggi, morbiditas yang meningkat dan dampak biaya yang ditimbulkan semakin besar. Salah satu faktor risiko diabetes yang dapat dimodifikasi adalah hipertensi. Pengendalian diabetes melitus dapat dilakukan dengan pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe II di Wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan belah lintang (cross sectional). Total sampel sebanyak 85 orang yang merupakan pasien diabetes melitus di Puskesmas Tamalanrea Makassar yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan darah pada penelitian ini menggunakan alat glukometer digital (Easy Touch GCU), tekanan darah dengan tensimeter digital dan tingkat pengetahuan dengan kuesioner penelitian yang telah di uji validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia pasien yang memiliki kadar gula darah puasa tidak terkontrol sebagian besar pada pasien kategori lansia akhir (56-65 tahun) (85,3%), jenis kelamin laki-laki (82,6%), pendidikan terakhir SD dan SMP (100%), pekerjaan sebagai buruh (100%), dan menderita diabetes selama 0-5 tahun (81,3%). Berdasarkan variabel pengetahuan, pasien yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebagian besar pada pasien kategori usia Manula (>65 tahun) (35,0%), jenis kelamin laki-laki (23,9%), pendidikan terakhir sarjana (27,3%), pekerjaan buruh (50,0%), dan menderita diabetes selama >10 tahun (57,1%). Berdasarkan variabel tekanan darah, pasien yang menderita hipertensi sebagian besar pada ketegori usia Manula (>65 tahun) (50,0%), jenis kelamin perempuan (46,2%), pendidikan terakhir SD (100%), pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga (46,9%), dan menderita diabetes selama 6-10 tahun (50,0%). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki glukosa darah puasa tidak terkontrol (77,6%), tingkat pengetahuan tentang diabetes yang baik (48,2%), dan tekanan darah pada kategori prahipertensi (52,9%).
Pengukuran dengan glukometer didapatkan hasil bahwa pasien dengan glukosa darah puasa tidak terkontrol sebagian besar pada pasien dengan pengetahuan yang kurang (88,9%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p = 0,042 (p<0,05) dimana terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar. Pada kategori tekanan darah, pasien dengan kadar glukosa darah tidak terkontrol sebagian besar pada pasien yang tekanan darahnya normal (100%). Berdasarkan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,186 (p>0,05) sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.
Disarankan kepada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Tamalanrea Makassar sebaiknya melakukan pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah secara rutin dan meningkatkan pengetahuannya mengenai diabetes melitus terutama mengenai penanganan diabetes melitus.
Kata kunci : Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus, Pengetahuan, dan Tekanan darah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 17 May 2022 00:17
Last Modified: 17 May 2022 00:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/15970

Actions (login required)

View Item
View Item