Uji Aktivitas Antioksidan Beberapa Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre.) di Sulawesi Selatan Menggunakan Metode DPPH (2.2-difenil-1-pikrihidrazil) = Antioxidant Activity Test of Coffee Robusta (Coffea canephora Pierre.) in South Sulawesi Using Method of DPPH (2.2-difenil-1-pikrihidrazil)


Nurfatmasari, Nurfatmasari (2022) Uji Aktivitas Antioksidan Beberapa Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre.) di Sulawesi Selatan Menggunakan Metode DPPH (2.2-difenil-1-pikrihidrazil) = Antioxidant Activity Test of Coffee Robusta (Coffea canephora Pierre.) in South Sulawesi Using Method of DPPH (2.2-difenil-1-pikrihidrazil). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
N11114323_skripsi_cover1.jpg

Download (307kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N11114323_skripsi_bab 1-2.pdf

Download (975kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N11114323_skripsi_dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
N11114323_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan karena dapat menangkal radikal bebas sehingga menghambat reaksi oksidasi dalam tubuh yang dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit. Biji kopi Robusta (Coffea canephora Pierre) merupakan salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami karena memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan biji kopi Robusta (Coffea canephora Pierre) dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Tahap yang dilakukan yaitu penyiapan sampel, ekstraksi dengan metode maserasi kemudian pengujian kualitatif dan kuantitatif senyawa fenol dan flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-VIS lalu dilanjutkan dengan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian dari uji kualitatif dan kuantitatif senyawa fenol dan flavonoid yaitu sampel positif mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Ekstrak biji kopi robusta Sinjai memiliki kandungan senyawa fenol tertinggi sebanyak 2.526 kemudian Ekstrak biji kopi robusta Bantaeng 1.812 dan Ekstrak biji kopi robusta Toraja 1.756, sedangkan pada Ekstrak biji kopi robusta Bantaeng mengandung senyawa flavonoid tertinggi yaitu sebesar 0.363 kemudian Ekstrak biji kopi robusta Toraja 0.358 dan Ekstrak biji kopi robusta Sinjai 0.138. Pengujian aktivitas antioksidan diukur berdasarkan metode DPPH dengan Trolox sebagai pembanding dan selanjutnya dihitung nilai IC50 yang ditentukan dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta dari kabupaten Bantaeng, Toraja, dan Sinjai masing-masing memiliki IC50 23.53 µg/mL, 29.39 µg/mL, dan 40.27 µg/mL. dan didapatkan persen rendemen terbesar pada Ekstrak biji kopi robusta Bantaeng diikuti Ekstrak biji kopi robusta Sinjai dan Ekstrak biji kopi robusta Toraja yaitu 3.51%; 2.83%; dan 2.42%.
Keywords : Antioksidan, DPPH, Biji Kopi Robusta, Fenol, Flavonoid, Spektrofotometri UV-VIS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 21 Apr 2022 06:44
Last Modified: 21 Apr 2022 06:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/15704

Actions (login required)

View Item
View Item