SURVEILANS MIGRASI UNTUK MENDETEKSI Plasmodium Spp. PADA PENDATANG DARI DAERAH ENDEMIS MALARIA DENGAN METODE MIKROSKOPIK, RDT, DAN PCR


Malasari, Risma (2022) SURVEILANS MIGRASI UNTUK MENDETEKSI Plasmodium Spp. PADA PENDATANG DARI DAERAH ENDEMIS MALARIA DENGAN METODE MIKROSKOPIK, RDT, DAN PCR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P062181018 cover.png

Download (197kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P062181018 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of daftar pustaka] Text (daftar pustaka)
P062181018 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
P062181018.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Plasmodium Spp. pada pendatang dari daerah endemis malaria dengan metode pemeriksaan mikroskopik, RDT, dan PCR.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September s.d November 2019 di tiga kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yaitu Kota Makassar, Tana Toraja atau Toraja Utara. Populasi pada penelitian ini adalah pendatang dari daerah endemis Malaria (native Papua dan non-papua) yang menetap di daerah tersebut minimal selama 2 tahun dan berkunjung ke wilayah kota Makassar, Tana Toraja, atau Toraja Utara. Semua sampel dilakukan pemeriksaan parasit malaria dengan menggunakan tiga metode yaitu mikroskopik, RDT, dan PCR, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square.
Pemeriksaan dengan metode mikroskopik tidak menunjukkan sampel positif. Hasil deteksi RDT dan PCR menunjukkan prevalensi parasit malaria yang tinggi ditemukan pada pendatang tanpa gejala, baik pada native Papua maupun non-Papua di Sulawesi Selatan. Mikroskop cahaya tidak dapat mendeteksi keberadaan parasit malaria. Sementara hasil uji RDT terhadap 256 sampel pendatang (native Papua dan non-Papua) terdeteksi 18,75% positif malaria. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan tes PCR yang ditemukan 19,53% positif malaria. Pada sampel native Papua, tingkat positif malaria lebih tinggi pada RDT daripada tes PCR, dan sampel non-Papua menunjukkan kemampuan deteksi sebaliknya. Hal ini mungkin karena tes RDT adalah tes untuk antigen, tetapi tidak untuk parasit malaria. Dapat disimpulkan bahwa pendatang asimtomatik dari daerah endemis seperti Papua perlu dilakukan skrining sejak dini karena kemungkinan masih memiliki parasit malaria dalam darahnya dan menjadi carrier sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya penularan lokal. Tes PCR dapat mendeteksi secara spesifik keberadaan DNA Plasmodium, karena kebutuhannya untuk peralatan pendukung, metode RDT masih dapat diandalkan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Mar 2022 03:07
Last Modified: 15 Mar 2022 03:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/14203

Actions (login required)

View Item
View Item