Pengaruh Transnational Urbanism terhadap Persepsi Pemuda Makassar tentang Pengungsi


Ramadhani, Ikrana (2022) Pengaruh Transnational Urbanism terhadap Persepsi Pemuda Makassar tentang Pengungsi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E13116307_skripsi cover.png

Download (242kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E13116307_skripsi 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of daftar pustaka] Text (daftar pustaka)
E13116307_skripsi dp.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
E13116307_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Pada tahun 2019, jumlah populasi yang mengalami pemindahan paksa telah menyentuh angka 79,5 juta orang. Lebih dari separuh jumlah pengungsi sekarang bermukim di perkotaan, serta 85% diantaranya berada di negara berkembang. Hingga 2020 di Indonesia terdapat 13.541 orang pengungsi yang terdaftar di UNHCR, dan sebanyak 1.813 orang berada di Kota Makassar (Tahir, 2019). Menetap di perkotaan memaksa para pengungsi untuk terlibat dengan publik dan berinteraksi dengan komunitas lokal, dan memberikan dampak khusus terhadap komunitas dan wilayah di mana pengungsi tersebut menetap. Kehadiran “orang asing” di tengah dinamika penduduk perkotaan dapat menjadi pemicu terjadinya konflik di antara kedua kelompok, yang diawali oleh adanya persepsi yang buruk di antara keduanya. Menggunakan teori dari Michael Peter Smith, penelitian ini menganalisis fenomena ​transnational urbanism dalam konteks pengungsi di Makassar, serta pengaruhnya terhadap persepsi masyarakat Makassar, khususnya kelompok pemuda, tentang pengungsi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa pengungsi di Makassar belum sepenuhnya terhubung pada peluang-peluang sosioekonomi yang tersedia di kota. Di sisi lain, pengungsi juga terus dibayang-bayangi oleh ide tentang bermukim di “negara ketiga”. Hal ini menyebabkan tempat-tempat publik yang sering dikunjungi oleh pengungsi belum menjadi tempat bagi pengungsi untuk mengekspresikan identitasnya. Maka, meskipun kedua komunitas—pengungsi dan masyarakat lokal—mengunjungi tempat publik yang sama pada suatu periode waktu tertentu, tempat publik belum menjadi tempat untuk bertukar informasi dan sebagai sarana untuk saling terhubung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: pengungsi, kota Makassar, ​transnational urbanism​, masyarakat lokal, pemuda, persepsi
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Depositing User: Kamaluddin
Date Deposited: 09 Mar 2022 06:57
Last Modified: 09 Mar 2022 06:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/13939

Actions (login required)

View Item
View Item