PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleivera ¬¬Leaves) PLUS ROYAL JELLY TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL DAN TINGKAT STRES PADA IBU HAMIL ANEMIA DI KABUPATEN TAKALAR

Florensia, Wilma (2020) PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleivera ¬¬Leaves) PLUS ROYAL JELLY TERHADAP KADAR HORMON KORTISOL DAN TINGKAT STRES PADA IBU HAMIL ANEMIA DI KABUPATEN TAKALAR. Thesis-S2 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K012181131_tesis cover1.png

Download (155kB) | Preview
[thumbnail of BAB I & II] Text (BAB I & II)
K012181131_tesis 1-2.pdf

Download (686kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K012181131_tesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K012181131_tesis dp.pdf

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

WILMA FLORENSIA. Pengaruh Pemberian Suplemen Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleivera Leaves) Plus Royal Jelly Terhadap Kadar Hormon Kortisol dan Tingkat Stres Pada Ibu Hamil Anemia di Kabupaten Takalar. (Dibimbing oleh Veni Hadju dan Masyita Muis).
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan prevalensi kematian bagi ibu dan bayi. Tanaman kelor dan Royal Jelly merupakan bahan makanan yang dapat membantu mengatasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen ekstrak daun kelor (Moringa Oleivera Leaves) terhadap tingkat stress dan kadar kortisol pada ibu hamil anemia.
Penelitian ini adalah penelitian True Eksperimental dengan rancangan randomized double blind pretest-post test controlled. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil anemia sebanyak 44 orang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang diberi kapsul kelor (n=22) dan kapsul kelor plus royal jelly (n=22). Data dianalisis menggunakan Uji Chi Square, Paired T-Test, Wilcoxon dan Independent T-Test menggunakan SPSS
Hasil penelitian menunjukkan terlihat penurunan signifikansi tingkat stres baik pada kelompok kelor royal jelly dari 29,23±10,451 menjadi 17,00±6,325 dengan nilai (P value =0,000) maupun pada kelompok kelor dari 23,59±8,110 menjadi 18,05±4,498 dengan nilai (P value=0,022) demikian Pula dengan kadar kortisol menurun secara bermakna pada kelompok kelor royal jelly dari 41,17±18,466 menjadi 28,75±15,024 dengan nilai (P value=0,002) dan kelompok kelor dari 34,54±21,437 menjadi 24,70±18,218 dengan nilai (P value=0,009). Perbedaan besar perubahan tidak berbeda secara bermakna untuk tingkat stress dan kadar kortisol (P>0,05). Disimpulkan penurunan stress dan perubahan pada kelor royal jelly cenderung lebih besar dibanding pada kelor, Pemberian kelor royal jelly perlu diteliti lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar agar terlihat perbedaan yang nyata antara kelompok yang menerima kelor royal jelly dan kelor saja

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Thesis-S2)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Depositing User: wahyuni aras
Date Deposited: 11 Dec 2020 03:15
Last Modified: 11 Dec 2020 03:15
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/1022

Actions (login required)

View Item
View Item