Path: Top >> Disertasi

KETERKAITAN SUB SISTEM AGRIBISNIS KENTANG DI WILAYAH KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN

( RELATIONSHIP BETWEEN SUB SYSTEM IN POTATO AGRIBUSINESS IN THE DISTRICT OF GOWA, SOUTH SULAWESI

2017
Skripsi/Undergraduate Theses from #PUBLISHER# / 2017-03-29 11:15:48
Oleh : ZULKIFLI RAZAK
Dibuat : 2017-03-29, dengan 1 file

Keyword : aitan sub sistem agribisnis, agribisnis kentang

Komoditas kentang (Solanum tuberessum) di sulawesi Selatan merupakan salah satu komoditas perrtanian yang potensil dikembangakan dengan system agribisnis. Komoditas ini dipilih karena merupakan komoditas bahan pangan yang memiliki permintaan pasar yang cukup besar dan didukung oleh potensi ketersediaan lahan (1.331.700 ha ) yang cukup luas dengan kondisi agroklimat yang memadai. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik sub sistem agribisnis (sub sistem input, sub sistem produksi, sub sistem pasca panen, sub sistem pemasaran dan sub sistem penunjang) dan merumuskan alternatif pengembangan agribisnis kentang yang dapat berkelanjutan. Penelitian menggunakan paradigma post positivisme, dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara dengan perpaduan pengamatan, pemotretan, dokumentasi dan catatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Agribisnis Kentang di wilayah penelitian (Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa), tergambar dari karakteristik kegiatan sub-sub sistem (input, produksi, pasca panen, pemasaran dan subsistem pendukung) lainnya seperti subsistem input, subsistem pasca panen dan pengolahan, subsistem pemasaran, dan subsistem penunjang) yang dilakukan oleh petani, pedagang input, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang antar daerah, pemerintah, perguruan tinggi, bank, masih dilakukan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing pelaku pada subsistem tersebut, belum memperlihatkan keterkaitan sebagai suatu sistem, sehingga antar subsistem agribisnis kentang belum memperlihatkan keterkaitan sebagai suatu sistem agribisnis. (2) Dinamika kegiatan sub-sub system agribisnis kentang menunjukkan belum adanya keterkaitan sehingga dapat dirumuskan kelembagaan yang mengatur keterkaitan antar subsistem tersebut, melalui manajemen dan koordinasi antar pelaku pada masingmasing subsistem dalam pembentukan lembaga agribisnis kentang. Keterkaitan kelembagaan dapat dimulai dengan mendorong terjadinya penguatan pada setiap subsistem yang saling menguntungkan para pelaku pada masing-masing subsistem

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

Print ...

Kontributor...

  • ,
    Editor: milumarguna@unhas.ac.id@#publisher#

Download...