Path: Top >> Disertasi

TOILET PUBLIK DAN PERILAKU BERSIH DI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUATU ANALISIS ANTROPOLOGI ARSITEKTUR

PUBLIC TOILET AND HYGIENIC BEHAVIOUR AT UNIVERSITAS HASANUDDIN AN ANTHROPOLOGY OF ARCHITECTURE ANALYSIS

2015
Disertasi/PhD Theses from / 2015-11-30 15:11:44
Oleh : TRIYATNI MARTOSENJOYO
Dibuat : 2015-11-30, dengan 0 file

Keyword : Toilet Publik,budaya masyarakat,unhas,Konstruksi sosial budaya,ekonomi

TRIYATNI MARTOSENJOYO Toilet Publik dan Perilaku Bersih di Universitas Hasanuddin - Suatu Analisis Antropologi Arsitektur (Promotor Hamka Naping; Kopromotor M. Ramli Rahim; Kopromotor Munsi Lampe)Penelitian ini bertujuan: (1) Memahami dan menjelaskan makna toilet bagi masyarakat Unhas; (2) Memahami dan menjelaskan sistem pengelolaan toilet publik di Unhas; (3) Memahami dan menjelaskan praktik penggunaan toilet publik di Unhas; (4) Memahami dan menjelaskan kesesuaian antara pemaknaan dengan praktik dan kebiasaan penggunaan toilet di Unhas; dan (5) Memahami dan menjelaskan hal-hal yang menghambat praktik kebersihan pada toilet publik di Unhas.Penelitian dilaksanakan di kampus Unhas Tamalanrea dari bulan Maret 2014 - Pebruari 2015. Metode penelitian menggunakan paradigma konstruktif dengan asumsi dasar pencarian kebenaran pada interkoneksitas, probabilitas, dan kontekstualisme. Sumber data adalah 120 orang informan yang dipilih di antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, dan pihak ketiga. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi partisipan, diskusi-kelompok terfokus, dan telaah dokumen toilet publik Unhas. Analisis data menggunakan model Spradley dengan memetakan dan menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar toilet publik Unhas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud toilet publik Unhas bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari rangkaian sistem-sistem asumsi dan nilai budaya masyarakat Unhas. Sistem-sistem ini memengaruhi makna toilet publik sejak direncanakan, diadakan, dibiayai, digunakan, dan dipelihara. Konstruksi sosial budaya budaya masyarakat yang mengklasifikasikan orang-orang berdasarkan status sosial mereka menghasilkan relativas dan dualitas makna toilet, publik, dan bersih. Klasifikasi terjadi oleh karena masyarakat memaknai Unhas bukan hanya sebagai arena akademik, tetapi juga sebagai arena ekonomi dan kekuasaan

Deskripsi Alternatif :

TRIYATNI MARTOSENJOYO Public Toilet and Hygienic Behaviour at Hasanuddin University - An Architecture Anthropology Analysis (Hamka Naping as promoter; M. Ramli Rahim as co-promoter; Munsi Lampe as co-promoter)This research had been meant to (1) Understand and explaining the meaning of toilet in the eyes of Unhas community; (2) Understand and explaining the public toilets maintenance system in Unhas; (3) Understand and explaining the practice of using public toilets in Unhas; (4) Understand and explaining compatibility between the means with practice and habits in using toilet in Unhas; and (5) Understand and explaining the hinders in practice of cleaning at public toilet of Unhas.Research conducted at Unhas Tamalanrea campus from March 2014- February 2015. Research method was by utilizing constructive pardigm with early assumption of truth seeking at interconnectivity, probability, and contextualism. Data sources are 120 informants which chosen among lecturers, students, education staffs, cleaning services, and third parties. Datas collected through interview, participated observation, focused-group discussion, and studying documents of UnhasÂ’ public toilet. Data analysis was using Spradley model by mapping and anallyzing phenomenons around public toilet of Unhas.Research result showed that the shape of public toilet of Unhas is not solitary, but as result of related assumption systems and cultural values of Unhas inhabitians. These systems affects public toilet definition since its was planned, constructed, funded, used, an maintained. Meaning relativity happened because there were no agreement among Unhas community about organizational vision, formal-informal organization system, and there is no cultural introduction for recent member of Unhas. Dualisme happened because of social cultural construction of community culture of people culture which classifiying people based on their social status.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

Print ...

Kontributor...


  • Editor: Zohra