Path: Top >> Disertasi

KOMPLEKSITAS TATA KELOLA DAN DINAMIKA POLA NAFKAH PADA TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG (TN-BABUL) PROVINSI SULAWESI SELATAN

THE COMPLEXITY OF GOVERNANCE AND THE DYNAMICS OF LIVELIHOOD PATTERN IN BANTIMURUNG BULUSARAUNG NATIONAL PARK, SOUTH SULAWESI

2017
Disertasi/PhD Theses from / 2017-04-04 10:15:01
Oleh : SITTI RAHBIAH
Dibuat : 2017-04-04, dengan 0 file

Keyword : Kompleksitas, Tata Kelola, Pola Nafkah, dan Kontestasi

Penelitian bertujuan menganalisis: kompleksitas tata kelola dalam interkoneksitas antar pemangku kepentingan; kontestasi antar pemangku kepentingan; dan dinamika pola nafkah berkelanjutan. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif, kasus adalah Taman Nasional dengan fokus pada empat zona. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompleksitas tata kelola setelah terbentuknya Taman Nasional dicirikan terjadinya pertambahan dan pergeseran pemangku kepentingan, perubahan relasi kuasa serta peningkatan intensitas fungsi pelestarian hutan dan pembukaan peluang dalam pemanfaatan hutan. (2) Kontestasi yang berlangsung dicirikan: (a) Ragam persepsi antar pemangku kepentingan sesuai pengetahuannya tentang eksistensi sumberdaya hutan dihubungkan dengan kepentingannya masing-masing; (b) Berlangsungnya kontestasi dengan pola dominasi pada Zona Pemanfaatan; pola koeksistensi pada Zona Khusus, dan pola hibridisasi pada Zona Tradisional. (3) Dinamika pola nafkah masyarakat dibalik konteks kerentanan dan peluang dicirikan: (a) bergesernya pola nafkah pada: Zona Pemanfaatan dari pertanian ke aktvitas terkait wisata; Zona Khusus dan Zona Tradisional dari dominasi pertanian ke terdiversifikasi, migrasi, serta pelibatan perempuan dalam aktivitas cari nafkah; dan daerah penyanggah dari dominasi pertanian menjadi pertanian terpadu dengan peternakan dan usaha lainnya; (b) Dinamika pola nafkah berjalan sebagai respon langsung maupun tidak langsung terhadap konteks kerentanan dan peluang dibalik kehadiran Taman Nasional dengan memanfaatkan modal nafkah.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian bertujuan menganalisis: kompleksitas tata kelola dalam interkoneksitas antar pemangku kepentingan; kontestasi antar pemangku kepentingan; dan dinamika pola nafkah berkelanjutan. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif, kasus adalah Taman Nasional dengan fokus pada empat zona. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompleksitas tata kelola setelah terbentuknya Taman Nasional dicirikan terjadinya pertambahan dan pergeseran pemangku kepentingan, perubahan relasi kuasa serta peningkatan intensitas fungsi pelestarian hutan dan pembukaan peluang dalam pemanfaatan hutan. (2) Kontestasi yang berlangsung dicirikan: (a) Ragam persepsi antar pemangku kepentingan sesuai pengetahuannya tentang eksistensi sumberdaya hutan dihubungkan dengan kepentingannya masing-masing; (b) Berlangsungnya kontestasi dengan pola dominasi pada Zona Pemanfaatan; pola koeksistensi pada Zona Khusus, dan pola hibridisasi pada Zona Tradisional. (3) Dinamika pola nafkah masyarakat dibalik konteks kerentanan dan peluang dicirikan: (a) bergesernya pola nafkah pada: Zona Pemanfaatan dari pertanian ke aktvitas terkait wisata; Zona Khusus dan Zona Tradisional dari dominasi pertanian ke terdiversifikasi, migrasi, serta pelibatan perempuan dalam aktivitas cari nafkah; dan daerah penyanggah dari dominasi pertanian menjadi pertanian terpadu dengan peternakan dan usaha lainnya; (b) Dinamika pola nafkah berjalan sebagai respon langsung maupun tidak langsung terhadap konteks kerentanan dan peluang dibalik kehadiran Taman Nasional dengan memanfaatkan modal nafkah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

Print ...

Kontributor...


  • Editor: A. Milu Marguna