Path: Top >> Disertasi

PERAN EKSPRESI mRNA TOP2A, mRNA BCL-2 DAN mRNA Ki-67 SEBAGAI PREDIKTOR RESPONS KEMOTERAPI NEOADJUVAN REGIMEN CYCLOPHOSPHAMIDE-ADRIAMICIN-5FU (CAF) PADA KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT LOKAL

THE ROLE OF mRNA EXPRESSION OF TOP2A, BCL-2 AND Ki-67 AS PREDICTORS OF NEOADJUVANT CHEMOTHERAPY RESPONSE USING CYCLOPHOSPHAMIDE-ADRIAMICIN-5FU (CAF) REGIMEN IN LOCALLY ADVANCED BREAST CANCER

2017
Disertasi/PhD Theses from / 2017-04-04 09:44:36
Oleh : PRIHANTONO
Dibuat : 2017-04-04, dengan 0 file

Keyword : ker Payudara, Kemoterapi, prediktor, mRNA, TOP2A, BCL2, Ki-67

Latar belakang: Kemoterapi merupakan komponen yang sangat penting dalam penanganan kanker payudara. Disamping keberhasilannya menginduksi kematian sel tumor, kemoterapi mempunyai keterbatasan akibat kemoresistensi dan efek samping yang merugikan. Prediktif marker dibutuhkan agar kemoterapi dapat diberikan kepada pasien yang tepat. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh ekspresi mRNA TOP2A, mRNA BCL-2 dan mRNA Ki-67 terhadap respons klinis kemoterapi regimen Cyclophosphamide-Adriamicin-5FU. Metode Penelitian: penelitian menggunakan rancangan kohort prospektif. Pengukuran massa tumor dan pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan ekspresi mRNA TOP2A, mRNA BCL-2 dan mRNA Ki-67 dilakukan sebelum kemoterapi dimulai, dan sesudah pemberian kemoterapi siklus ke 3 dengan jeda waktu 3 minggu. Hasil Penelitian: Total 30 sampel pada penelitian ini. Nilai rerata ekspresi mRNA TOP2A pada kelompok yang responsive (10,601±2,208). Nilai rerata ekspresi mRNA TOP2A pada kelompok yang non responsive (6,969±2,6480), berkorelasi signifikan terhadap respons klinis p=0,004 (p<0,05). Nilai rerata ekspresi mRNA BCL-2 pada kelompok responsive (9,887±2,731). Nilai rerata ekspresi mRNA BCL-2 pada kelompok non responsive (10,017±2,122) berkorelasi tidak signifikan terhadap respons klinis r=0,378, p=0,223 (p≥0,05). Laju ekspresi mRNA Ki-67 berkorelasi terhadap respons klinis r=0,378 p=0,020 (p<0,05). Kesimpulan: Pemeriksaan mRNA TOP2A dapat dipertimbangkan sebagai prediktor respons klinis neoadjuvan kemoterapi regimen CAF pada kanker payudara. Laju perubahan ekspresi mRNA Ki-67 dapat dipertimbangkan sebagai marker responsivitas kemoterapi regimen CAF pada kanker payudara.Kata

Deskripsi Alternatif :

Latar belakang: Kemoterapi merupakan komponen yang sangat penting dalam penanganan kanker payudara. Disamping keberhasilannya menginduksi kematian sel tumor, kemoterapi mempunyai keterbatasan akibat kemoresistensi dan efek samping yang merugikan. Prediktif marker dibutuhkan agar kemoterapi dapat diberikan kepada pasien yang tepat. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh ekspresi mRNA TOP2A, mRNA BCL-2 dan mRNA Ki-67 terhadap respons klinis kemoterapi regimen Cyclophosphamide-Adriamicin-5FU. Metode Penelitian: penelitian menggunakan rancangan kohort prospektif. Pengukuran massa tumor dan pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan ekspresi mRNA TOP2A, mRNA BCL-2 dan mRNA Ki-67 dilakukan sebelum kemoterapi dimulai, dan sesudah pemberian kemoterapi siklus ke 3 dengan jeda waktu 3 minggu. Hasil Penelitian: Total 30 sampel pada penelitian ini. Nilai rerata ekspresi mRNA TOP2A pada kelompok yang responsive (10,601±2,208). Nilai rerata ekspresi mRNA TOP2A pada kelompok yang non responsive (6,969±2,6480), berkorelasi signifikan terhadap respons klinis p=0,004 (p<0,05). Nilai rerata ekspresi mRNA BCL-2 pada kelompok responsive (9,887±2,731). Nilai rerata ekspresi mRNA BCL-2 pada kelompok non responsive (10,017±2,122) berkorelasi tidak signifikan terhadap respons klinis r=0,378, p=0,223 (p≥0,05). Laju ekspresi mRNA Ki-67 berkorelasi terhadap respons klinis r=0,378 p=0,020 (p<0,05). Kesimpulan: Pemeriksaan mRNA TOP2A dapat dipertimbangkan sebagai prediktor respons klinis neoadjuvan kemoterapi regimen CAF pada kanker payudara. Laju perubahan ekspresi mRNA Ki-67 dapat dipertimbangkan sebagai marker responsivitas kemoterapi regimen CAF pada kanker payudara.Kata

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

Print ...

Kontributor...


  • Editor: A. Milu Marguna