Path: Top >> Disertasi

ANALISIS PERILAKU BIROKRASI DALAM PELAYANAN PERIZINAN GANGGUAN DI KOTA MAKASSAR

The Analysis of the Bureaucratic Behavior in the Interference Permit Sercives in Makassar City

2015
Disertasi/PhD Theses from #PUBLISHER# / 2016-01-06 11:22:43
Oleh : H A R I
Dibuat : 2016-01-06, dengan 1 file

Keyword : Komitmen Birokrat, Pelayanan Publik, Perizinan Gangguan.

H A R I, Analisis Perilaku Birokrasi dalam Pelayanan Perizinan Gangguan di Kota Makassar (dibimbing oleh : Sulaiman Asang, Haselman, dan Badu Ahmad).Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) Aspek yang mempengaruhi perilaku birokrasi dalam pelayanan perizinan gangguan di Kota Makassar, dan (2) kualitas pelayanan perizinan gangguan di Kota Makassar.Penelitian dilaksanakan di Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Makassar, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokmentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek yang mempengaruhi perilaku birokrasi dalam pelayanan perizinan gangguan, yang meliputi aspek tujuan organisasi khususnya yang berkaitan dengan prosedur perizinan (SOP) belum mencerminkan kesederhanaan dalam prosesnya, karena melibatkan dua instansi dan masih sering menunjukkan ego sektoral diantara keduanya. Aspek insentif seyogyanya dapat memotivasi pegawai untuk berkinerja secara optimal, namun dalam hal insentif khususnya dalam bentuk uang belum dianggarkan untuk kedua intansi tersebut. Masih banyaknya pengaduan melalui loket pengaduan pada instansi tersebut menunjukkan bahwa aspek akuntabilitas pegawai dalam pelayanan belum berjalan secara optimal. Aspek kekuasaan dalam konteks penelitian ini adalah kewenangan penandatanganan proses perizinan telah terjadi pelimpahan kewenangan kepada Kepala BPTPM, yang mana sebelumnya ditandatangani oleh Walikota Makassar. sertaMasih kuatnya budaya paternalistik pada masyarakat Kota Makassar, dan pada internal birokrasi berdampak terhadap pelayanan yang diterima masyarakat. Semakin terpenuhinya aspek yang mempengaruhi Perilaku birokrasi sebagaimana dimaksud di atas akan berdampak terhadap semakin berkualitasnya pelayanan yang diterima oleh masyarakat. Adapun Pelayanan yang berkualitas ditandai oleh beberapa dimensi, yaitu :(1) tangibel (penampilan fisik), secara umum hal tersebut sudah relatif sudah bagus untuk kedua intansi pelayanan, (2) reliability (kehandalan) belum adanya kepastian waktu dan biaya pada hasil penelitian ini termasuk ukuran kehandalan pelayanan, (3) responsiveness (daya tanggap) belum terlaksana dengan baik karena masih banyaknya keluhan masyarakat, (4) assurance, melalui pemahaman terhadap kewajiban masing-masing petugas, dan rolling loket penugasan merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan dalam pelaksanaan tugas masing-masing, (5) emphaty, dalam hal ini ditekankan adanya keadilan dalam pelayanan, namun masih banyaknya “calo” sebagai orang yang mengetahui seluk-beluk perizinan dan mempunyai “teman orang dalam” sebagai indikator bahwa empati pelayanan belum berjalan dengan baik.Kata Kunci : Komitmen Birokrat, Pelayanan Publik, Perizinan Gangguan.

Deskripsi Alternatif :

-

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

Print ...

Kontributor...

  • ,
    Editor: zohra@unhas.ac.id@#publisher#

Download...