Hasanuddin University

TAHAP AWAL PENGEMBANGAN DETEKSI TUBERKULOSIS BERBASIS PEPTIDA CHAPERONIN 60 DARI Mycobacterium tuberculosis

DSpace/Manakin Repository

Show simple item record

dc.contributor.author Kwenang, Agnes
dc.contributor.author Rosana, Agus
dc.contributor.author Ika, Yusticia
dc.date.accessioned 2014-04-24T13:02:58Z
dc.date.available 2014-04-24T13:02:58Z
dc.date.issued 2014-04-24
dc.identifier.uri http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/9603
dc.description Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan imunoreaktivitas peptida chaperonin 60.1 dan 60.2 sebagai antigen untuk mendeteksi TB aktif BTA negatif pada serum penderita dari Indonesia en_US
dc.description.abstract Tuberkulosis (TB) di Indonesia merupakan masalah besar. Demi keberhasilan pemberantasan TB, maka diperlukan kit diagnostik yang handal. Berbagai antigen Mycobacterium tuberculosis telah diuji imunoreaktivitasnya sebagai kandidat kit diagnostik, semuanya memberikan spesifisitas >95% tetapi sensitivitasnya tertinggi 57% terutama untuk spesimen dari BTA negatif. Penelitian ini menggunakan peptida chaperonin 60.1 dan 60.2. Kedua peptida bersifat imunogenik pada manusia dan mengandung epitop sel B. Kedua peptida dikonfirmasi menggunakan program komputer ABCpred berakurasi tinggi, selanjutnya disintesis secara kimia dan diuji imunoreaktivitasnya menggunakan serum penderita TB aktif BTA negatif dan sebagai pembanding adalah serum penderita TB aktif BTA positif. Keberadaan gen chaperonin 60.1 dan 60.2 diuji menggunakan Polymerase Chain Reaction dengan primer spesifik terhadap isolat klinik Mycobacterium tuberculosis asal Indonesia yang menentukan keberhasilan deteksi menggunakan peptida berasal dari kedua gen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari masing-masing satu sera TB aktif BTA positif, TB aktif BTA negatif dan orang sehat BCG positif mengenali kedua peptida pada uji dot blot, menghasilkan intensitas noda TB aktif BTA positif lebih jelas dibandingkan dengan TB aktif BTA negatif. Demikian pula pada intensitas noda TB aktif BTA negatif lebih jelas dibandingkan orang sehat. Keberadaan kedua gen dari 15 isolat klinik M.tuberculosis pada uji PCR. Untuk chaperonin 60.1 positif sebanyak 10 sampel (67%) dan untuk chaperonin 60.2 positif sebanyak 14 sampel (93%). Kesimpulan penelitian ini memberikan informasi tahap awal mengenai dapat digunakannya peptida chaperonin 60.1 dan 60.2 sebagai kandidat protein rekombinannya dalam kit deteksi spesifik TB aktif BTA negatif walaupun belum sempat semua spesimen diuji karena keterbatasan waktu. en_US
dc.description.sponsorship Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang memberi kesempatan meneliti dan mendanai Hibah Kompetitif sesuai prioritas nasional Batch 1 Tahun Anggaran 2009. en_US
dc.relation.ispartofseries Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 1 No 2;
dc.subject Mycobacterium tuberculosis, Chaperonin 60, Dot Blot, Polymerase Chain Reaction en_US
dc.title TAHAP AWAL PENGEMBANGAN DETEKSI TUBERKULOSIS BERBASIS PEPTIDA CHAPERONIN 60 DARI Mycobacterium tuberculosis en_US
dc.type Article en_US
dc.UNHAS.email rosana_agus@yahoo.com en_US
dc.UNHAS.Fakultas MIPA en_US
dc.UNHAS.Prodi Biologi en_US
dc.UNHAS.idno 196509051991032003 en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account