Hasanuddin University

STATUS PENCEMARAN DAN POTENSI BIOAVAILABILITAS LOGAM DI SEDIMEN PERAIRAN PANTAI KOTA MAKASSAR

DSpace/Manakin Repository

Show simple item record

dc.contributor.author Werorilangi, Shinta
dc.contributor.author Tahir, Akbar
dc.contributor.author Noor, Alfian
dc.contributor.author Samawi, M.Farid
dc.date.accessioned 2017-10-12T05:28:10Z
dc.date.available 2017-10-12T05:28:10Z
dc.date.issued 2013-08-31
dc.identifier.uri http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/25980
dc.description.abstract Dalam menganalisis potensi bahaya logam, sangat penting mengidentifikasi sumber logam yang masuk ke perairan, apakah bersumber dari kegiatan manusia atau alamiah. Informasi tersebut serta potensi bioavailibitas logam di sedimen sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan monitoring dan evaluasi pencemaran logam dalam suatu lokasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan sumber dan status pencemaran logam Pb, Cd, Cu, dan Zn berdasarkan konsentrasi total di sedimen serta mengidentifikasi potensi bioavailabilitasnya berdasarkan konsentrasi logam pada fraksi di sedimen perairan pantai Kota Makassar. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2011 di wilayah perairan pantai Kota Makassar, mulai dari muara Sungai Jeneberang hingga muara Sungai Tallo. Pengukuran logam dilakukan pada sedimen berukuran < 63 μm. Spesiasi logam pada fraksi sedimen ditentukan dengan metode Community Bureau of Reference (BCR) Three-steps Sequential method yang menghasilkan fraksi exchangeable dan acid soluble, reducible, serta oxidisable. Identifikasi sumber antropogenik dilakukan dengan menghitung Faktor Pengayaan (Enrichment Factors, EF). Status pencemaran berdasarkan fraksi exchangeable dilakukan dengan menggunakan indeks RAC (Risk Assessment Code). Berdasarkan nilai Faktor Pengayaan (EF), pengaruh antropogenik yang tertinggi secara berurutan diidentifikasi di lokasi Paotere > Benteng > Losari > Tallo > Jeneberang > Tanjung Merdeka (TM). Lokasi Paotere dan Benteng merupakan lokasi yang rawan karena tingginya konsentrasi logam Cd, Zn, dan Pb pada fraksi most exchangeable dan acid reducible (most bioavailable). Sedangkan di Tanjung Merdeka walaupun merupakan lokasi yang paling rendah pengaruh input antropogenik, tetapi juga merupakan lokasi yang rawan akan pencemaran Pb karena proporsi fraksi most bioavailable yang tinggi. en_US
dc.publisher Seminar Nasional Tahunan X Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan, en_US
dc.subject bioavailabilitas, logam, sedimen pantai, sumber pencemaran en_US
dc.title STATUS PENCEMARAN DAN POTENSI BIOAVAILABILITAS LOGAM DI SEDIMEN PERAIRAN PANTAI KOTA MAKASSAR en_US
dc.type Article en_US
dc.UNHAS.email shintakristanto@yahoo.com en_US
dc.UNHAS.Fakultas Ilmu Kelautan dan Peikanan en_US
dc.UNHAS.Prodi Ilmu Kelautan en_US
dc.UNHAS.idno 196708261991032001 en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account