Hasanuddin University

PENGARUH BERKUMUR CHLORHEXIDINE GLUCONATE 0,2% TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI PENYEBAB PLAK PADA PENGGUNA ORTODONTIK CEKAT

DSpace/Manakin Repository

Show simple item record

dc.contributor.author NATASHA LEONARTO, MELINDA
dc.date.accessioned 2017-03-20T07:23:27Z
dc.date.available 2017-03-20T07:23:27Z
dc.date.issued 2017-03-20
dc.identifier.uri http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/23677
dc.description 2017 en_US
dc.description.abstract Latar belakang: Persentase masalah kesehatan gigi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terbukti pada data RISKESDAS tahun 2013 dan 2017 meningkat dari 23,2% menjadi 25,9%. Salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi adalah maloklusi. Upaya penanganan maloklusi telah dilakukan melalui perawatan ortodontik, namun efek sampingnya adalah rentan mengalami kebersihan mulut yang buruk karena terjadi perubahan mikroflora mulut dan sulitnya membersihkan komponen piranti. Kebersihan mulut melalui proses kimiawi ialah dengan penggunaan obat kumur. Obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2% telah dipertimbangkan sebagai gold standard dan memiliki sifat antibakteri dengan sprektum luas sehingga dapat menurunkan plak. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh berkumur chlorhexidine gluconate 0,2% terhadap jumlah koloni bakteri penyebab plak pada pengguna ortodontik cekat. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah ekperimental quasi dengan desain pretest and posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 mahasiswa pengguna ortodontik cekat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I diberikan obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2% dan kelompok II diberikan akuades. Sampel berupa apusan pada seluruh bagian gigi diambil sebelum perlakuan, hari ke-7, dan hari ke-14 untuk melihat jumlah koloni bakteri dengan metode hitungan cawan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Hasanuddin. Hasil: Hasil uji repeated ANOVA dan post hoc Bonfferoni dengan menggunakan program SPSS versi 23 menunjukkan nilai rerata±simpang baku sebelum perlakuan 333,86±11,8, hari ke-7 229,26±6,3, dan pada hari ke-14 127,40±7,8 dengan nilai p=0,000. Hasil analisis General linear model pada hari ke-7 dan hari ke-14 p=0,000, artinya terdapat penurunan signifikan jumlah koloni bakteri sebelum dan setelah perlakuan. Persentase penurunan dari sebelum berkumur hingga hari ke-14 adalah 61,84%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh berkumur chlorhexidine gluconate 0,2% terhadap bakteri penyebab plak pada pengguna ortodontik cekat secara signifikan (p<0,05). Kata kunci: Obat kumur, chlorhexidine gluconate 0,2%, plak, ortodontik cekat en_US
dc.description.sponsorship - en_US
dc.language.iso other en_US
dc.subject Obat kumur, en_US
dc.subject chlorhexidine gluconate 0,2%, en_US
dc.subject plak, en_US
dc.subject ortodontik cekat en_US
dc.title PENGARUH BERKUMUR CHLORHEXIDINE GLUCONATE 0,2% TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI PENYEBAB PLAK PADA PENGGUNA ORTODONTIK CEKAT en_US
dc.type Thesis en_US
dc.UNHAS.email - en_US
dc.UNHAS.Fakultas Kedokteran Gigi en_US
dc.UNHAS.Prodi Pendidikan Dokter Gigi en_US
dc.UNHAS.idno J11114515 en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account