Abstract:
ANDI SAFITRI HAFIDA, A311 08 273. Implementasi Shariah Enterprise
Theory melalui Value Added Statement untuk Menilai Tanggungjawab Perbankan
Shariah kepada Stakeholder. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Hasanuddin. Pembimbing (1) DR. H. Abdul Hamid Habbe,
SE., M.Si., Pembimbing (2) Drs. M. Achyar Ibrahim, Ak.
Kata Kunci : Laporan Nilai Tambah, Shariah Enterprise Theory.
Saat ini kriteria penilaian kinerja perbankan syariah hanya mengacu pada
laba perusahaan yang disajikan dalam laporan keuangan konvensional, dimana
didasarkan pada proprietary theory dan entity theory yang mana hanya terfokus
pada laba. Jika proprietary theory dan entity theory dianggap kurang sesuai
dengan tujuan yang dimiliki oleh bisnis Islam, maka yang dianggap mewakili
adalah enterprise theory karena dalam teori ini perusahaan tidak hanya berfokus
pada laba tapi juga pada pada stakeholder, namun enterprise theory dianggap
belum dapat menampung aspek pertanggungjawaban dan ketundukan terhadap
syariah. Maka shariah enterprise theory yang dianggap lebih dapat mewakili
bagaimana kinerja entitas bisnis Islam diukur dan dilaporkan karena memiliki
cakupan akuntabilitas yang lebih luas dibandingkan dengan Enterprise Theory
(ET) dan dikembangkan berdasarkan metafora zakat yang pada dasarnya memiliki
karakter keseimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana
pertanggungjawaban perbankan syariah kepada stakeholders apabila menggunakan
shariah enterprise theory melalui value added statement.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif dan kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan hasil penelitian berupa
kinerja keuangan PT. BMI Tahun 2008, 2009 dan 2010 yang menggunakan
konsep nilai tambah (value added), dan dilanjutkan dengan melakukan analisis
terhadap terhadap hasil penelitian untuk menjelaskan secara rinci mengenai
pendistribusian nilai tambah kepada stakeholder. Sumber data penelitian ini
adalah Laporan keuangan PT. BMI Tahun 2008, 2009 dan 2010 serta literatur
terkait.
Dari perhitungan menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai tambah
sebesar Rp. 192.984.742 pada tahun 2009 dan Rp. 120.363.984 pada tahun 2010.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan perhitungan distribusi
nilai tambah dapat dilihat bahwa BMI bukanlah instasi atau perusahaan yang
bersifat shareholder oriented, dimana perusahaan hanya bertanggungjawab
kepada para pemegang saham. Dilihat dari laporan nilai tambah, BMI ternyata
memiliki kepedulian yang sangat besar kepada stakeholders secara luas, yaitu
Tuhan, manusia, dan alam. Kepedulian ini diwujudkan dengan kesediaan
manajemen untuk mendistribusikan nilai tambah kepada semua pihak yang
terlibat dalam perolehan nilai tambah, baik itu direct stakeholder maupun indirect
stakeholder. Namun dari segi proporsional pendistribusian nilai tambah kepada
stakeholder, BMI memiliki kepedulian yang maksimal hanya kepada karyawan
dan nasabah (penyandang dana) sehingga diharapkan pada periode selanjutnya
BMI juga mendistribusikan nilai tambah secara merata terhadap stakeholder
lainnya.