Hasanuddin University

Kadar urem darah sebagai prediktor mortalitas infark miokard

DSpace/Manakin Repository

Show simple item record

dc.contributor.author uleng
dc.date.accessioned 2015-11-23T00:45:06Z
dc.date.available 2015-11-23T00:45:06Z
dc.date.issued 2015-11-23
dc.identifier.issn 1907-3062
dc.identifier.uri http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/16349
dc.description - en_US
dc.description.abstract PENDAHULUAN Ureum dan kreatinin merupakn tes laboratorium rutin yang sering digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Disfungsi ginjal telah lama dihubungkan dengan prognosis buruk Kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan adanya hubungan antara kadar ureum dan kreatinin saat masuk rumah sakit dengan mortalitas selama perawatan di rumah sakit pada pasien infark miokard akut. METODE Penelitian ini merupakan studi potong silang dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik sebanyak 80 pasien infark miokard akut yang dirawat di unit perawatan jantung intensif Rumah Sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar selama bulan Juli 2010 hingga Juni 2011. Kadar ureum dan kreatinin yang diteliti adalah kadar saat pasien masuk rumah sakit. Uji statistik dilakukan dengan uji MannWhitney dan Chi-Square. HASIL Resiko terjadinya mortalitas pasien infark miokard dengan kadar ureum >50 mg/dl adalah 3,58 kali lebih besar dibandingkan kadar ureuM ≤50 mg/dL (OR=3,58; interval kepercayaan = 1,27-10,11, P=0,013). Rerata kadar kreatinin pada penderita infark miokard akut yang survive dan yang meninggal masing masing adalah 0,99 ± 0,30 mg/dl dan 1,70 ± 1,99 mg/dl (p=0,043). Risiko mortalitas pasien infark miokard dengan kreatinin >1,1 mg/dl 3,0 kali lebih besar dibandingkan ≤1,1 mg/dl (OR=3,00; 95% interval kepercayaan = 1,13-7,92 p=0,024). Analisis regresi logistik ganda kadar ureum merupakan prediktor mortalitas yang lebih baik dibandingkan kreatinin (OR=3,583, p=0,016 vs OR 1,844, p=0,317). Kesimpulan Pasien infark miokard akut dengan kadar ureum dan kreatinin dalam darah yang tinggi memiliki risiko mortalitas lebih besar dibandingkan pasien dengan kadar normal. Kadar ureum dalam darah merupakan prediktor mortalitas yang lebih baik dibandingkan kreatinin. en_US
dc.description.sponsorship - en_US
dc.relation.ispartofseries universa medika, vol.32-no.3;-
dc.subject Ureum, kreatinin, infark miokard, moratalitas. en_US
dc.title Kadar urem darah sebagai prediktor mortalitas infark miokard en_US
dc.type Article en_US
dc.UNHAS.email marniwatimuhtar@yahoo.co.id en_US
dc.UNHAS.Fakultas kedokteran en_US
dc.UNHAS.Prodi S1 kedokteran en_US
dc.UNHAS.idno 196805181998022001 en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account