Hasanuddin University

PELAKSANAAN PEMBERIAN HAK NARAPIDANA MENDAPATKAN PEMBEBASAN BERSYARAT (Studi kasus di RUTAN Kelas IIB Masamba)

DSpace/Manakin Repository

Show simple item record

dc.contributor.author MADJID, MAHATIR
dc.date.accessioned 2014-09-11T01:34:44Z
dc.date.available 2014-09-11T01:34:44Z
dc.date.issued 2014-09-11
dc.identifier.uri http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/11095
dc.description 2014 en_US
dc.description.abstract MAHATIR MADJID (B111 10 374), Pelaksanaan Pemberian Hak Narapidana Mendapatkan Pembebasan Bersayarat (Studi Kasus Rutana Kelas II B Masamba), dibimbing oleh Prof. Dr. Muhadar, S.H.,M.S. selaku pembimbing l dan Haeranah, S.H., M.H. selaku pembimbing ll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberian hak narapidana mendapatkan pembebasan bersayarat di Rutan kelas II B Masamba. Penelitian ini dilaksanakan di Masamba Kabupaten Luwu Utara tepatnya di Rutan kelas II B Masamba dengan melakukan pencarian data, seperti data primer yang informasinya diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan para petugas Rutan kelas II B Masamba, serta data sekunder yang diperoleh dari Rutan Kelas II B Masamba berupa data pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap narapidana di Rutan Kelas II B Masamba. Dalam hukum pidana dikenal adanya sanksi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia Dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur mengenai hak-hak seorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat. Pembebasan bersyarat adalah proses pembinaan narapidana di luar Rutan/Lembaga Pemasyarakatan setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut minimal 9 bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administratif selain itu juga narapidana harus mendapatkan penjaminan dari pihak keluarga. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Rutan Kelas II B Masamba dianggap telah berhasil, karena dilihat dari perbandingan data Pembebasan Bersyarat di Rutan Kelas II B Masamba dari tahun 2012-2014 memperlihatkan bahwa jumlah yang diusulkan dan jumlah yang terrealisasi terus meningkat tiap tahunnya. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Rutan Kelas II B Masamba antara lain proses di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sangat lama, pihak penjamin bukan dari pihak keluarga, masih memiliki perkara lain diluar, narapidana melanggar hukum disiplin Lembaga Pemasyarakatan, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana. en_US
dc.description.sponsorship - en_US
dc.language.iso other en_US
dc.subject Pemberian Hak Narapidana, en_US
dc.subject Pembebasan Bersayarat . en_US
dc.title PELAKSANAAN PEMBERIAN HAK NARAPIDANA MENDAPATKAN PEMBEBASAN BERSYARAT (Studi kasus di RUTAN Kelas IIB Masamba) en_US
dc.type Thesis en_US
dc.UNHAS.email - en_US
dc.UNHAS.Fakultas Hukum en_US
dc.UNHAS.Prodi Hukum Pidana en_US
dc.UNHAS.idno B111 10 374 en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account